Kinerja PGE Lampaui Target di 2020

    Suci Sedya Utami - 09 Mei 2021 20:43 WIB
    Kinerja PGE Lampaui Target di 2020
    Ilustrasi. Foto : AFP.



    Jakarta: Realisasi kinerja operasional PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sepanjang 2020 melebihi target. Selama pandemi, PGE berhasil mencatat produksi setara listrik (Electric Volume Produce-Geothermal) sebesar 4.618,27 giga watt hour (GWh).

    Produksi tersebut lebih tinggi 14 persen dari target yang telah ditetapkan 2020 yaitu sebesar 4.044,88 GWh. Pencapaian di atas target tersebut ditopang oleh pelaksanaan operation excellence yang didukung implementasi Geothermal Integrated Management System.

     



    Pencapaian PGE tersebut menyumbangkan 31 persen produksi geotermal atau panas bumi nasional 2020 yang ditetapkan Kementerian ESDM sebesar 14.774 GWh.

    Secara rinci, Area Geothermal (AG) Kamojang berhasil mencatat produksi setara listrik sebesar 1.650 GWh atau lebih tinggi 13 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020 yang sebesar 1.454 Gwh. AG Lahendong mencatat produksi setara listrik sebesar 828 GWh atau lebih tinggi 10 persen dari target yang sebesar 754 GWh.

    Kemudian, AG Ulubelu mencatat produksi setara listrik sebesar 1.613 GWh atau lebih tinggi 21 persen dari target yang sebesar 1.335 GWh. Lalu, AG Lumut Balai mencatat produksi setara listrik sebesar 442 GWh atau lebih tinggi 12 persendari target yang sebesar 395 GWh.

    Selain menjaga pasokan listrik dari pembangkit yang telah dioperasikan saat ini, PGE juga melakukan kajian dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi untuk pembangkitan energi listrik dari wilayah operasi eksisting. Area yang menjadi fokus awal dalam kajian ini adalah Area Ulubelu (Lampung) dan Area Lahendong (Sulawesi Utara).

    “PGE terus berkomitmen untuk meningkatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi (energy mix) nasional menjadi 23 persen pada 2025 di sektor panas bumi dengan strategi bisnis yang terukur untuk menjadi World Class Green Energy Company. Ke depannya  PGE menargetkan untuk mengoperasikan PLTP dengan kapasitas own operation 1,3 Giga Watt (GW) pada 2030,” kata Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto dalam keterangan resmi, Minggu, 9 Mei 2021.

    Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kontribusi pembangkitan listrik panas bumi sebesar 1.877 megawatt (MW), yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri (own operation) oleh PGE dan 1.205 MW dikelola melalui Kontrak Operasi Bersama.

    Kapasitas terpasang panas bumi di Wilayah Kerja PGE tersebut berkontribusi sebesar sekitar 88 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,5 juta ton CO2 per tahun.

    Yuniarto mengatakan penghematan juga merupakan salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pandemi covid-19 di sepanjang 2020. Dari anggaran biaya operasional yang sudah direncanakan, PGE dapat melakukan efisiensi biaya operasi sebesar sembilan persen.

    PGE juga mendukung strategi Pemerintah dalam me-utilisasi produk-produk dalam negeri. Untuk penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PGE telah menerapkan Pemanfaatan TKDN sebesar 63,39 persen melebihi target yang telah direncanakan 2020 sebesar 25 persen

    Dalam pelaksanaan operasinya PGE telah berhasil mencapai 11.147.715 jam kerja selamat sejak Januari 2019. Hal ini merupakan suatu aspek yang sangat krusial di bidang bisnis energi. Selain itu PGE Area Lahendong mendapatkan Zero Accident (Kecelakaan Nihil) Award dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id