Tiga Sektor Usaha Ini Sulit Bayar THR Penuh

    Insi Nantika Jelita - 03 Mei 2021 09:02 WIB
    Tiga Sektor Usaha Ini Sulit Bayar THR Penuh
    Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani. Foto: Medcom.id.



    Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan ada tiga sektor yang kesulitan untuk membayar penuh Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan akibat pandemi covid-19.

    "Ada perusahaan yang minta diringankan pembayaran THR-nya. Seperti dari sektor pariwisata, transportasi darat, dan tekstil. Mereka kondisinya tidak bagus selama pandemi," ujar Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani saat dihubungi, dilansir dari Mediaindonesia.com, Senin, 3 Mei 2021.






    Sektor pariwisata misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air hanya 141.300 orang per Januari 2021. Jumlah itu menurun drastis sebesar 89 persen dibandingkan periode yang sama di 2020, yang menembus 1,27 juta orang.

    Dari data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), capaian devisa negara dari sektor pariwisata juga terimbas pandemi covid-19. Pada 2019, devisa sektor pariwisata mencapai USD16,9 miliar. Namun, pada 2020 turun drastis menjadi USD3,54 miliar.

    Menurut Hariyadi, ketidakmampuan perusahaan dalam membayar THR harus diselesaikan dengan serikat pekerja internal. "Hotel-hotel di Bali banyak yang tutup. Kalau enggak ada uangnya untuk THR, masa mau dipaksain? Perusahaan harus selesaikan masalah itu dengan serikat pekerja atau bipartit. Mereka negoisasi sama serikat pekerjanya," jelas Hariyadi.

    Lebih lanjut, dia menekankan bahwa Apindo tidak bisa ikut campur dalam urusan perusahaan yang dianggap bermasalah dengan pembayaran THR.

    "Kami enggak bisa ikut campur. Selama mereka bersepakat soal pembayaran THR, entah dicicil berapa, kita menghormati," imbuhnya.

    Terpisah, Menteri Ketanagakerjaan Ida Fauziyah mengingatkan kalangan pengusaha untuk segera membayarkan THR kepada pekerja atau buruh maksimal H-7 perayaan Idulfitri.

    Terhadap pengusaha yang telat membayar THR dan melewati tenggat H-1 Lebaran, ada sanksi lima persen dari besaran THR yang harus dibayarkan kepada pekerja.

    "Sedangkan bagi pengusaha yang tidak membayar THR, sanksinya mulai dari teguran hingga pembatasan aktivitas usaha," tutur Ida.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id