Kinerja Perdagangan karena Pemulihan Mitra Dagang Utama

    Arif Wicaksono - 18 April 2021 20:30 WIB
    Kinerja Perdagangan karena Pemulihan Mitra Dagang Utama
    Ekspor. Foto : MI.



    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan sebesar USD1,5 miliar pada Maret 2021. Hasil ini membuat total surplus neraca perdagangan mencapai USD5,52 miliar di kuartal I-2021 atau meningkat dibanding periode yang sama pada 2020.

    Surplus neraca perdagangan didorong oleh kinerja ekspor yang meningkat seiring dengan indeks PMI Bank Indonesia yang mengalami peningkatan pada kuartal I-2021 sebesar 50,01 persen dibandingkan kuartal IV-2020 sebesar 47,29 persen.






    Peningkatan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI terutama volume total pesanan, volume persediaan barang jadi, dan volume produksi yang berda dalam fase ekspansi.

    Anggota DPR Komisi XI, Kamrussamad mengingatkan bahwa pemerintah harus mewaspadai sejumlah faktor, salah satunya pertumbuhan volume perdagangan yang sebenernya lebih rendah daripada nilai komoditasnya, sehingga terdapat kenaikan harga di tingkat produsen.

    “Volume komoditas manufaktur yang lebih rendah dari nilainya itu seperti produksi manufaktur pada mesin industri dan peralatan listrik,” sebutnya, dikutip dari keterangan resminya, Minggu, 18 April 2021.

    Selain itu, Kamrussamad meminta untuk waspada terhadap tren yang terjadi, dengan kegiatan ekspor dan impor mengalami peningkatan yang signifikan pada periode menjelang Ramadan dan Idulfitri yang dikhawatirkan adanya libur panjang, sehingga industri mengirim muatan hasil produksinya terlebih dahulu.

    Kemudian disisi lain, kenaikan ekspor yang tinggi, tercermin surplus pada neraca perdagangan menunjukkan bahwa ekonomi eksternal secara agregat mengalami pemulihan secara cepat terutama pada negara-negara utama mitra dagang Indonesia.

    Sementara itu, kinerja impor masih terkontraksi yang disebakan oleh pemulihan ekonomi domestik masih relatif lambat. Lebih jauh dikatakan percepatan program vaksinasi covid-19 dan pembiayaan infrastruktur diyakini akan mendorong meningkatnya permintaan domestik dan keyakinan konsumen akan optimisme terhadap situasi ekonomi kedepan.

    Agar fundamental ekonomi tetap terjaga, dia meminta pemerintah fokus pemerintah terhadap UMKM dengan memberikan program pembiayaan sehingga dapat mendorong peningkatan produksinya untuk dapat melakukan ekspor sehingga dapat memberikan kontribusi dalam penerimaan negara.

    Selanjutnya, menurutnya surplus neraca perdagangan pada Maret 2021 disebabkan oleh surplus dengan Amerika Serikat, Filipina, dan India yang masing-masing sebesar USD1,33 miliar, USD592,1 juta dan USD502,4 juta. Sedangkan, kontribusi defisit terbesar berasal dari Australia, Korea Selatan, dan Thailand dengan nilai masing-masing sebesar USD503,5 juta, USD546,8 juta, dan USD281,1 juta.

    "Pentingnya melakukan peningkatan ekspor ke beberapa negara Kawasan Asia Pasifik juga tidak lupt harus diperhatikan," jelas dia.

    Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2021 yang mengalami surplus sebesar USD1,57 miliar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi RI pulih.
     
    "Ekspor nonmigas kita pada Maret 2021 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Maret menjadi momentum landasan pacu ekonomi Indonesia," kata Mendag pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat, 16 April 2021.

    Lutfi mengungkapkan struktur ekspor Indonesia sudah didominasi oleh sektor industri, dengan ekspor yang mencapai 80,84 persen dari total ekspor RI. Tiga komoditas ekspor yang mendongkrak kinerja ekspor nonmigas. Di antaranya ekspor besi baja yang tumbuh 60,67 persen pada Januari-Maret 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id