KKP Selamatkan Rp210 Miliar dari Penyelundupan Ikan hingga Benur

    Suci Sedya Utami - 16 April 2021 14:48 WIB
    KKP Selamatkan Rp210 Miliar dari Penyelundupan Ikan hingga Benur
    Ilustrasi hasil penggagalan penyelundupan ikan dan benih lobster - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menggagalkan penyelundupan ikan dan benih lobster (benur) dengan nilai Rp210 miliar. Jumlah tersebut dihitung dari 35 kasus penyelundupan yang terjadi sejak 23 Desember 2020 hingga 14 April 2021.

    “Penangkapan aksi penyelundupan BBL ini merupakan sinergi dengan seluruh pihak, baik dari lingkup KKP maupun instansi lain seperti Polri, Kejaksaan, TNI AL, Bea Cukai dan lainnya serta pemerintah daerah juga. Kita perlu memperkaya negara ini, dengan sistem perikanan budi daya,” ujar Kepala BKIPM Rina, dilansir dari laman resmi KKP, Jumat, 16 April 2021.






    Rina menyampaikan terdapat top delapan kejadian pelanggaran penyelundupan pada periode tersebut. Di antaranya dua kasus di Tarakan, tiga kasus di Makassar, di Gorontalo, Tahuna serta Jakarta I masing-masing dua kasus, tiga kasus masing-masing dari Surabaya I dan Mataram, serta delapan kasus di Jambi.

    Adapun hingga kuartal I-2020, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP telah menangkap 72 kapal dengan rincian 12 kapal asing pelaku illegal fishing yang terdiri dari lima kapal berbendera Malaysia dan tujuh kapal berbendera Vietnam). Sedangkan 60 lainnya merupakan kapal ikan Indonesia yang melakukan pelanggaran operasional.

    "Dalam 100 hari kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Ditjen PSDKP telah melakukan penangkapan terhadap 72 kapal," ujar Plt. Dirjen PSDKP Antam Novambar.

    Puluhan kapal tersebut langsung ditangani secara hukum. Saat ini, saat ini, tiga kapal telah diputus pengadilan (inkracht), empat kapal proses persidangan, lima kapal telah dilakukan penyerahan ke Jaksa (P-21 Tahap II), sembilan kapal dalam telah P-21 Tahap I, 32 kapal dalam proses penyidikan, delapan kapal diberikan sanksi administrasi dan 11 kapal dalam proses pemeriksaan pendahuluan.

    Antam menjelaskan sepanjang tahun ini, Ditjen PSDKP telah mengamankan 41 pelaku destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara merusak. Selain itu dalam rangka memberikan efek jera, KKP  bersama dengan Kejaksaan RI dan Satgas 115 juga melakukan penenggelaman terhadap barang bukti tindak pidana kelautan dan perikanan.

    Ia bilang ada 26 kapal illegal fishing serta alat penangkapan dan perlengkapan kapal lain yang dimusnahakan. Pemusnahan itu telah dilakukan di sejumlah lokasi, di Batam, Banda Aceh, Pontianak dan juga Natuna.

    "Total sebanyak 221 barang hasil pengawasan dimusnahkan,” jelas Antam.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id