Ricuh Demo UU Ciptaker Berpotensi Ganggu Iklim Investasi

    Medcom - 09 Oktober 2020 10:00 WIB
    Ricuh Demo UU Ciptaker Berpotensi Ganggu Iklim Investasi
    Pengamat politik, hukum dan keamanan Dewinta Pringgodani.
    Jakarta: Terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja dinilai hal yang wajar. Sebab, UU Ketenagakerjaan sudah tidak selaras dengan perkembangan dunia industri dan ketenagakerjaan saat ini.
     
    "Perlu diingat, rusuh demo UU Cipta Kerja bisa merugikan negara. Mengapa? Iklim investasi terganggu yang membuat negara lain dapat merebut investor asing, investor jadi ragu untuk berinvestasi di Indonesia," kata pengamat politik, hukum dan keamanan Dewinta Pringgodani, Jumat, 9 Oktober 2020.
     
    Dewinta mengecam kerusuhan saat aksi unjuk rasa penolakan Omibuslaw UU Cipta Kerja di sejumlah kota. Dia menduga ada kelompok tertentu yang menyusup dan memicu kerusuhan mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, hingga Bali.
     
    Dewinta juga menyoroti unjuk rasa yang berpotensi menjadi klaster penularan covid-19. "Kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara terbuka, dengan jumlah yang banyak, tanpa menerapkan protokol Kesehatan, berpotensi menjadi klaster covid-19," kata Dewinta.

    Baca: Investor Menyambut UU Cipta Kerja

    Dewinta menyebut Indonesia membutuhkan UU Cipta Kerja. Aturan itu menyelaraskan perkembangan dunia industri dan ketenagakerjaan.
     
    "UU Cipta Kerja sangat kita butuhkan guna membuat hubungan industrial antara pengusaha dan tenaga kerja menjadi lebih baik ke depan," kata Dewinta.
     
    Dewinta yakin, tidak ada niat pemerintah untuk menyengsarakan buruh lewat UU Cipta Kerja. Menurutnya, UU Cipta Kerja justru menjadi upaya pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
     
    "UU tersebut dirancang untuk mengefisiensikan berbagai peraturan yang selama tumpang tindih dan memberatkan dunia usaha. Ujungnya, memperlambat investasi," kata Dewinta.
     
    Menurut dia, tumpang tindih aturan membuat iklim investasi lamban. Melalui UU Cipta Kerja, tumpang tindih regulasi akan dipangkas sehingga iklim investasi di Indonesia bisa menarik minat investor untuk menanamkan modalnya ke Tanah Air.
     
    "Para investor sesungguhnya sangat menginginkan berbagai kemudahan dalam menanamkan investasinya. Ombibus Law akan memangkas berbagai aturan yang menghambat investasi," kata Dewinta.
     
    Dewinta melanjutkan, UU Cipta Kerja juga menjadi solusi atas permasalahan ketenagakerjaan, terutama terkait pengangguran sebagai dampak dari pandemi covid-19.
     
    "UU Cipta Kerja memuat upaya negara membuka peluang usaha yang lebih luas melalui kemudahan prosedur perizinan. Kemudahan ini akan memperluas lapangan kerja," kata Dewinta.

    (FZN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id