Burger King Iklankan McDonald Cari Perhatian? Ini Kata Pakar Marketing

    Ade Hapsari Lestarini - 05 November 2020 10:19 WIB
    Burger King Iklankan McDonald Cari Perhatian? Ini Kata Pakar Marketing
    Restoran Burger King di Indonesia. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Burger King sempat membuat heboh masyarakat Indonesia melalui iklan gratis dengan mempromosikan jualan mereka bagi para pesaing-pesaingnya. Pujian pun bertubi-tubi datang untuk Burger King. Bahkan sampai menimbulkan simpati, bahwa ini merupakan hal yang mengharukan karena saling menguatkan di tengah pandemi.

    Tapi jangan terkecoh. Jika para warganet berpikir demikian, tidak dengan pakar marketing. Menurut Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya, strategi ini sudah lumrah dipakai di negara-negara Barat.

    "Memang pertama kali (strategi marketing model Burger King) di Indonesia. Ini kan dari Amerika, dibawa ke Indonesia. Kalau di Amerika biasa kok begini karena itu memang smart, bagus. Cuma cari musuh kalau di Indonesia, yang lain mangkel nanti," ujar Hermawan kepada Medcom.id, Kamis, 5 November 2020.

    Hermawan menjelaskan strategi iklan seperti ini lebih cocok untuk negara-negara yang tingkat edukasinya tinggi karena mereka sudah memahami itu. Bahkan, menurut dia, strategi tersebut malah bersifat merendahkan.

    Baca: Berpikir Selamatkan Karyawan, Burger King Iklankan McDonalds hingga Warteg

    "Ini lebih cocok untuk negara-negara yang tingkat edukasinya tinggi karena orang mengerti, padahal sebenarnya merendahkan. Memang itu bagus, smart ad. Tapi kan bisa menimbulkan balasan nanti. Orang-orang yang disebut di situ (dalam iklan Burger King) kan enggak terima toh, mana bisa digituin, bisa ngamuk," paparnya.

    Dia menambahkan strategi ini pada prinsipnya bagus untuk menciptakan perhatian. Namun, belum tentu akan efektif jika digunakan di Indonesia.

    "Iya cari perhatian, ini dalam meng-create awareness bagus, mencari perhatian itu bagus, tapi apakah efektif atau enggak kan enggak tahu," tambahnya.

    Hermawan mengatakan jenis iklan seperti ini terkesan menyindir para pesaingnya. Karena merek-merek mereka dianggap tidak laku di pasaran. Dia melihat para pesaing Burger King ini sudah mempunyai pasarnya sendiri.

    "Itu mungkin ide dari Amerika, yang diterjemahkan begitu saja ke Indonesia, terus menyebut pesaing itu maksudnya apa? Bisa ngamuk loh mereka, dianggap kaya enggak laku. Tapi (strategi ini) untuk mendapatkan pelanggan baru, menurut saya enggak," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id