Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Capai 6,4 Juta Ton

    Gervin Nathaniel Purba - 07 Oktober 2020 15:52 WIB
    Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Capai 6,4 Juta Ton
    Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga 20 September 2020 mencapai sekitar 6,4 juta ton (Foto:MI/Immanuel Antonius)
    Jakarta: Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga 20 September 2020 mencapai sekitar 6,4 juta ton. Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan alokasi subsidi pupuk tahun 2020 sebanyak 7.949.303 ton. 

    Kementan mengajukan usulan tambahan subsidi pupuk sebanyak kurang lebih 1 juta ton senilai Rp 3,1 triliun. Setelah disetujuinya alokasi tersebut, maka alokasi subsidi pupuk tahun ini menjadi sebanyak 8.900.467 ton senilai Rp 29,7 triliun.

    "Secara volume alokasi pupuk subsidi untuk tahun 2020 menjadi sebanyak 8,9 juta ton dari sebelumnya hanya 7,9 juta ton," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dikutip siaran pers, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Mentan Syahrul mengatakan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian yang memuat alokasi pupuk bersubsidi setelah adanya tambahan pupuk bersubsidi. 

    "Selanjutnya, pemerintah provinsi diminta untuk merealokasi penyaluran pupuk antar kabupaten, dari kabupaten-kabupaten yang masih surplus pupuknya ke kabupaten yang kekurangan pupuk dengan mempertimbangkan tambahan alokasi dari pusat," ucap Mentan Syahrul.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy memaparkan pupuk bersubsidi jenis urea telah disalurkan sekitar 2,8 juta ton, pupuk SP-36 sebanyak 461 ribu ton, pupuk ZA 604 ribu ton, pupuk NPK 2,09 juta ton, pupuk NPK formula khusus sebanyak 3.166 ton, dan pupuk organik 421 ribu ton. 

    "Total pupuk yang telah disalurkan hingga 20 september 2020, sebanyak 6.411.300 ton," kata Sarwo Edhy saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR via daring pada Senin, 5 Oktober 2020.

    Namun, Kementan mengajukan kembali usulan tambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk memenuhi adanya tambahan kebutuhan. Kementan mengajukan tambahan pupuk bersubsidi sebanyak 1 juta ton.

    "Kami sudah proses dan alhamdulillah, pada Jumat 29 september 2020, terbit DIPA baru dengan tambahan 1 juta ton senilai Rp3,1 triliun sehingga jumlah keseluruhan anggaran subsidi pupuk menjadi Rp 29,7 triliun,” kata Sarwo Edhy.

    Sarwo Edhy menambahkan, penetapan alokasi pupuk bersubsidi per provinsi berdasarkan beberapa hal, di antaranya mengacu pada rata-rata realisasi penyaluran selama lima tahun terakhir per provinsi dan per jenis, melihat data sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) tahun 2020. 

    Kemudian, status hara P dan K hasil kajian Balitbang Pertanian, di mana hasil kajian menyatakan bahwa status hara P dan K di lahan sawah antara sedang dan tinggi. Dengan demikian, pupuk jenis SP-36 dan pupuk jenis ZA kemungkinan akan dikurangi dan dialihkan ke pupuk jenis urea dan jenis NPK.

    “Kami juga mengacu pada realisasi penyaluran sampai dengan akhir Agustus 2020 dan prognosa kebutuhan September-Oktober berdasarkan rata-rata penyaluran bulan tersebut selama lima tahun terakhir, serta usulan dari daerah. Jadi meskipun daerah membutuhkan tapi tidak mengusulkan, tidak diberikan alokasi tambahan,” kata Sarwo Edhy.

    Penambahan anggaran ini pun turut mempengaruhi posisi realiasi persentase penyaluran pupuk subsidi, yaitu hingga 27 September 2020 menjadi sebesar 70,13 persen dari pagu anggaran.

    "Sehingga realisasi penyaluran sebelum revisi DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran) itu 80,65 persen, dengan revisi DIPA ini menjadi 70,13 persen," ucapSarwo Edhy.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id