Upaya Penyelamatan Jiwasraya oleh Pemerintah Dinilai Tepat

    Eko Nordiansyah - 05 Oktober 2020 20:37 WIB
    Upaya Penyelamatan Jiwasraya oleh Pemerintah Dinilai Tepat
    Jiwasraya. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Upaya pemerintah untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dinilai sebagai langkah yang sudah tepat. Saat ini pemerintah berencana memberikan suntikan modal sebesar Rp22 triliun dalam rangka penyelamatan Jiwasraya yang kini mengalami masalah kesulitan keuangan.

    Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dedi Irawan mengatakan, penyelamatan Jiwasraya secara bisnis memang harus dilakukan. Ia menilai, para nasabah yang mengikuti polis di perusahaan asuransi pelat merah tersebut wajib mendapatkan hak-haknya kembali.

    "Apalagi menurut berbagai sumber, nasabah kebanyakan adalah pensiunan, masyarakat kelas menengah ke bawah dan beberapa peserta berkewarganegaraan asing," kata dia kepada wartawan, Senin, 5 Oktober 2020.

    Sebagai pemegang saham mayoritas, menurutnya, pemerintah wajib melakukan penyelamatan sebab ini menyangkut hak orang banyak yang sudah mempercayakan pengelolaan dana ke Jiwasraya. Untuk itu, diperlukan keputusan bisnis dan politik, agar masalah bisa segera diselesaikan dan dipertanggungjawabkan oleh seluruh pihak sesuai kebijakan korporasi.

    "Memang publik banyak keberatan dengan skema bail in atau penyuntikan modal ke Jiwasraya ini, ya harus dimaklumi juga karena publik menilainya mengapa harus pemerintah yang menanggung, ini kan seperti skema perampasan begitu. Padahal publik juga harus memahami, sebagai pemegang saham mayoritas, ya memang pemerintah yang harus ambil tanggung jawab," jelas dia.

    Ia menambahkan, pemerintah harus transparan dalam menangani Jiwasraya, agar publik dapat berangsur percaya dan keputusan penyuntikan modal memang dalam rangka penyelamatan kredibilitas bisnis. Selain itu, Jiwasraya tetap bisa menyelesaikan hak yang seharusnya didapat pemegang polis.

    "Selanjutnya, bagaimana pemerintah sebagai pemilik perusahaan mengawal dengan serius kasus pidana Jiwasraya, memerintahkan penegak hukum untuk setransparan mungkin dalam pengusutan dan penindakan. Agar kepercayaan publik kembali, harus ada upaya hukum extra ordinary khusus kasus ini," pungaks Dedi.

    Saat ini, Jiwasraya diketahui mencatatkan defisit ekuitas Rp37,7 triliun karena kondisi aset yang buruk serta pengelolaan produk asuransi yang tidak optimal. Akibatnya, Jiwasraya menanggung total liabilitas atau kewajiban sebesar Rp54 triliun.

    Dengan liabilitas sebesar itu, Jiwasraya sulit membayar kewajiban nasabah. Untuk itu, pemerintah memilih opsi penyelamatan polis dengan transfer dan bail in untuk menyelamatkan polis Jiwasraya melalui pendirian perusahaan baru bernama Indonesia Finansial Group (IFG) Life di bawah BPUI serta menerbitkan PMN Rp22 triliun.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id