Luhut Dorong Pembangunan Pulau Enggano Percepat Ekonomi Bengkulu

    Antara - 15 April 2021 11:17 WIB
    Luhut Dorong Pembangunan Pulau Enggano Percepat Ekonomi Bengkulu
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto : Ant.



    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di Pulau Enggano untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Bengkulu.

    "Pembangunan Pulau Enggano ini perlu menjadi perhatian karena secara signifikan merupakan upaya pemerataan dan sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi di Bengkulu," kata Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Bengkulu, dikutip dari Antara, Kamis, 15 April 2021.






    Pengembangan Pulau Enggano yang termasuk dalam Major Project Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2018.

    Luhut menekankan pentingnya pembangunan berbagai infrastruktur pendukung pariwisata serta dukungan pemerataan akses konektivitas serta jaringan internet.

    Menurutnya, infrastruktur yang perlu menjadi perhatian antara lain pembangunan Jalan Lingkar Enggano, pengembangan bandara, Pelabuhan Kahyapu, dan Pelabuhan Melakoni untuk memenuhi permintaan kunjungan wisata dengan menyediakan sarana dan frekuensi transportasi yang layak dan dukungan konektivitas, jaringan internet dari 2G menjadi 4G, serta sarana dan prasarana air baku untuk mendukung koridor pemerataan.

    Dalam rakor tersebut, Luhut juga memerintahkan berbagai pihak terkait agar melakukan studi komprehensif untuk seluruh pembangunan infrastruktur yang diusulkan dibangun di Provinsi Bengkulu.

    "Kalau riset dilakukan dengan benar, kita akan efisien di seluruh lini," kata Luhut dalam keterangan tertulisnya.

    Selain mengenai pembangunan Pulau Enggano, dibahas pula sejumlah proyek infrastruktur Bengkulu yaitu Jalan Tol Bengkulu-Curup-Lubuk Linggau yang diharapkan menjadi penghubung bagi Tol Trans Sumatra yang terkoneksi dengan ruas Linggau-Muara Enim-Indralaya.

    Proyek lainnya, yakni tentang sumber daya air (SDA) dan rekayasa pantai yang mencakup beberapa aspek penting, diantaranya Pelabuhan Perikanan (PP) Pasar Seluma, pengendalian banjir Kota Bengkulu, serta pengaman pantai.

    Dalam rakor juga dibahas tentang pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Pulau Baai sebagai jalur logistik nasional, khususnya jalur pelayaran Sumatera. Selain itu juga dibahas pengembangan food estate (kawasan pertanian terpadu) dan shrimp estate (budi daya udang terpadu) yang dapat menjadi pusat sumber pangan di Bengkulu, juga Sumatera bagian Selatan.

    Pembangunan shrimp estate juga mengacu pada data 2019, produksi udang mencapai 10,7 ton dan akan dilakukan peninjauan lebih lanjut untuk dikembangkan potensinya.

    Terakhir, topik yang dibahas di dalam rakor tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Benteng (Bengkulu Tengah)-Kobema (Kota Bengkulu, Seluma) yang akan dibangun dengan kapasitas sebanyak 750 liter per detik akan selesai pada 2021.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id