Pendaftar Banpres Produktif Membeludak, Banyak Data Penerima Fiktif?

    Ilham wibowo - 27 Oktober 2020 12:19 WIB
    Pendaftar Banpres Produktif Membeludak, Banyak Data Penerima Fiktif?
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki - - Foto: dok Kemenkop UKM
    Jakarta: Berkas calon penerima Banpres Produksi untuk Usaha Mikro (BPUM) membeludak hingga 28 juta. Jumlah pendaftar tersebut lebih tinggi dibanding estimasi pemerintah yang sebanyak 12 juta penerima untuk periode 2020.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan membeludaknya jutaan pendaftar tersebut lantaran banyak data calon penerima fiktif. Artinya, banyak kelompok masyarakat yang tidak memiliki usaha mikro tetap mendaftarkan diri dengan cara mendapatkan Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kantor desa/kelurahan.

    "Ternyata sekarang membeludak dan yang tidak punya usaha mikro juga akhirnya punya SKU dari desa," ujar Teten dalam sebuah diskusi yang disiarkan secara virtual, Selasa, 27 Oktober 2020.  

    Meski demikian, Teten memastikan proses verifikasi Banpres Produktif dilakukan secara ketat oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Himpunan Bank Negara (Himbara).

    Di sisi lain, angka pendaftar bantuan mikro dapat mencapai puluhan juta lantaran usaha level mikro saja jumlahnya mencapai 60 persen dari kelompok UMKM secara nasional.

    "Yang bersangkutan harus memenuhi syarat dan mereka punya usaha mikro, belum pernah pinjam ke bank dan tabungannya tidak lebih dari Rp2 juta. Lalu kami perintahkan kepada BRI dan BNI cek lagi di lapangan apakah yang bersangkutan tepat, termasuk sebelum ditransfer si penerima harus menandatangani pengakuan diri bahwa dirinya itu layak menerima," paparnya.

    Ia menambahkan program dana hibah pemerintah sebesar Rp2,4 juta per penerima ini memerlukan akuntabilitas dan data yang terintegrasi secara nasional demi menghindari kesalahan penyaluran bantuan di kemudian hari.  


    Adapun data pengusaha mikro yang berhasil terkumpul pada tahap pertama sebanyak 9,1 juta penerima dan tahap kedua bertambah tiga juta penerima. Data ini kemudian akan diverifikasi ulang.

    "Ini kesulitannya, banyak usaha mikro yang tidak terdaftar di kepala kepala dinas sehingga kami kesulitan mencari data yang riil. Program ini disusun untuk berapa juta (pada saat perencanaan)? Ya sudah lah kemarin kami estimasi 12 juta," pungkas dia.  

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id