comscore

Menakar Peluang Jakarta sebagai Pusat Bisnis setelah Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara

Rosa Anggreati - 01 Juli 2022 19:05 WIB
Menakar Peluang Jakarta sebagai Pusat Bisnis setelah Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara
Jakarta Talks digagas oleh BPD HIPMI Jaya dengan mengangkat diskursus publik mengenai peluang Jakarta menjadi pusat bisnis setelah ibu kota negara dipindah (Foto:Dok)
Jakarta: Setelah kelak tak lagi menyandang status Ibu Kota Negara, bagaimana nasib Jakarta? Akankah Jakarta tetap menjadi pusat bisnis?

Tidak dipungkiri kepindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan memengaruhi konsumsi rumah tangga atau belanja pemerintah yang akan berdampak terhadap perekonomian Jakarta. Hal ini berpotensi mengurangi industri padat karya dan pangsa pasar UMKM. Kolaborasi HIPMI dan KADIN serta keterlibatan swasta yang intensif merupakan peluang membangun optimisme, serta meningkatkan kontribusi perekonomian di Jakarta.
"Peran pengusaha muda terhadap pengembangan Jakarta sangat penting, karena Jakarta merupakan rumah bagi UMKM, pusat bisnis, budaya, dan pembangunan infrastruktur. Kami hadir untuk membahas masukan, opini, dan rekomendasi bagaimana Jakarta ke depan saat sudah tidak lagi menjadi Ibu Kota. Kami ingin tetap terlibat dalam menyusun kota Jakarta," kata Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta Raya (HIPMI Jaya) Sona Maesana pada acara Jakarta Talks.

Jakarta Talks digagas oleh BPD HIPMI Jaya dengan mengangkat diskursus publik mengenai peluang Jakarta menjadi pusat bisnis setelah ibu kota negara dipindah. Hasil diskursus pada acara Jakarta Talks nantinya akan disusun menjadi naskah akademik untuk direkomendasikan ke pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, terkait dengan perkembangan ekonomi dan bisnis secara berkelanjutan di Jakarta, pasca tidak lagi menjadi ibu kota negara.

Jakarta Talks akan menjadi platform untuk transfer knowledge dan meningkatkan partisipasi serta kesadaran Jakarta sebagai kota bisnis. 

"Diskusi yang terbagi dalam dua sesi dengan masing-masing tema seputar ekonomi dan infrastruktur, menjadi arah baru Jakarta pasca tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara,” ujar Ketua Panitia Jakarta Talks BPD HIPMI Jaya Asa Dahlan.

Senada dengan Sona Maesana, Dewi Dian selaku Ketua Umum KADIN DKI Jakarta menyebutkan, “Wajar jika Jakarta tetap menjadi tumpuan masyarakat untuk mengadu nasib, karena berjuang di Jakarta merupakan gambaran tonggak perekonomian nasional." 

Pada masa pandemi data Kementerian Investasi Republik Indonesia mencatat terdapat 377.540 permohonan nomor induk berusaha (NIB) di DKI Jakarta. Angka ini merupakan yang terbesar dalam skala nasional.

"Kami senang dengan fakta bahwa banyak yang berniat untuk berwirausaha di Jakarta. Diskusi ini sekaligus untuk menjawab tantangan ke depan setelah Jakarta tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara, dan sebagai pelecut agar kita tetap optimis,” ucap Dewi.

Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang sekaligus Ketua HIPMI 2005-2008 turut menyampaikan pandangannya mengenai masa depan Jakarta kelak. 

"Jakarta siap menjadi pusat industri, wisata, dan ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan. Pusat peradaban dan ekonomi dunia adalah masa depan yang bisa diraih Jakarta. Dari sisi banyaknya peluang usaha dan lapangan kerja yang tercipata, Jakarta akan mampu mendorong perekonomian nasional," tutur Sandiaga Uno.

Abdul Latief selaku pendiri HIPMI menambahkan bahwa orientasi Jakarta ke depan harus bisa keluar mencari peluang baru, dari reputasinya yang saat ini dikenal sebagai kota industri. 

"Kita harus siap dan sigap dalam menangkap peluang. Jakarta harus sudah mulai fokus sebagai pusat kota bisnis dan ekonomi. HIPMI harus menjadi motor utama untuk meningkatkan jumlah pengusaha dan menaikkan kualitas pengusaha muda kita yang siap bekerjasama dengan pemangku kepentingan," kata Abdul Latief.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id