comscore

Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Masyarakat Diharap Gunakan Produk Lokal

Angga Bratadharma - 15 Desember 2021 11:17 WIB
Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Masyarakat Diharap Gunakan Produk Lokal
Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
Jakarta: Masyarakat harus menggunakan barang yang dihasilkan oleh produsen lokal atau mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021. Upaya tersebut penting dengan harapan menjadikan pelaku industri di Tanah Air menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bukan pasar dari negara lain.

Halaqah Kajian Islam Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) yang digelar Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat menghasilkan rekomendasi agar masyarakat Indonesia, terutama yang beragama Islam wajib menggunakan barang yang dihasilkan produsen lokal. Pasalnya, penggunaan produk lokal mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Mengimbau kepada umat Islam agar selalu mengkonsumsi produk yang dijamin kehalalannya, baik makanan, minuman maupun produk yang bersentuhan dengan organ tubuh manusia. Misalnya alat swab antigen, PCR, dan lain-lain," jelas Ketua Kajian Halaqoh Misbahul Munir Kholil, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 Desember 2021.

Menurutnya sertifikasi halal merupakan salah satu bentuk pemenuhan kewajiban negara dalam memberi perlindungan kepada warga negaranya. Hal ini menjadi penting mengingat jumlah penduduk Muslim di Indonesia mencapai lebih dari 87 persen.  Oleh karena itu, semua produk yang beredar di masyarakat harus terjamin kehalalannya.

"Kami sangat bahagia sekali kalau produk dijamin kehalalannya dan yang menjamin kehalalan ini dari MUI," terangnya.

Kepastian hukum

Dia menegaskan, kepastian hukum mengenai kehalalan sebuah produk sangat penting. Di sisi lain, dia mendorong pemerintah, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), rumah sakit, dan pihak swasta agar menjamin penggunaan antigen maupun PCR yang sudah bersertifikat halal.

"Saya kira, label halal ini gunanya memberikan rasa aman bagi para konsumen," terangnya.

Lebih lanjut, Misbahul mendukung program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengedepankan produk dalam negeri. Hal ini sesuai dengan Peratuan Menteri Perdagangan (Permendag) No 12 Tahun 2020 tentang Barang Dilarang Impor.

Dalam pasal 2 ayat 1 huruf C Permendag ini menyebutkan barang dilarang impor untuk kepentingan nasional dengan alasan melindungi kesehatan dan keselamatan manusia, hewan, ikan, tumbuhan, dan lingkungan hidup.

Misbahul menyakini dengan menggunakan produk dalam negeri maka tenaga kerja akan lebih banyak terserap. Hal ini sekaligus mengurangi pengangguran sebagai dampak negatif mewabahnya covid 19.

"Kalau kita mengandalkan produk impor, itu tidak memberikan benefit bagi ekonomi kita. Malahan yang terjadi kemudian banyak pengangguran karena produk lokal kita tidak terserap di pasar," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id