comscore

Peluang Raih Kesejahteraan di Tengah Pandemi

Rosa Anggreati - 31 Januari 2022 20:45 WIB
Peluang Raih Kesejahteraan di Tengah Pandemi
Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie
Jakarta: Berdasarkan laporan Bank Dunia bahwa pada Januari 2020, sekitar 115 juta masyarakat Indonesia tertahan untuk melangkah dari kelompok rentan miskin menuju kelas menengah. Bahkan, jumlah yang setara dengan 45 persen penduduk Indonesia ini berpeluang kembali jatuh masuk ke dalam kelompok masyarakat rentan miskin.

Bagaimana cara yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia agar bisa terlepas dari belenggu kelas menengah?
Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie menyebutkan masyarakat Indonesia harus sama-sama bergerak untuk maju.

"Pandemi membuat tingkat kesejahteraan sebagian masyarakat menurun. Tetapi jika dikatakan semua ini tugas pemerintah, saya tidak setuju. Kita semua bisa sama-sama melakukan sesuatu. Kita harus optimistis dan mandiri. Kerahkan kemampuan yang dimiliki untuk tetap bisa bertahan dalam kondisi apapun," kata Jeffrey Kie pada Podcast Do It.

Kemudian, untuk menjadikan Indonesia negara dengan pendapatan per kapita  tertinggi, UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) harus terus digalakkan. UMKM merupakan motor ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Kalau kita mau punya masyarakat yang maju dan sejahtera, kita harus menggalakkan UMKM. Kalau kita bukan pelaku UMKM, bisa berkontribusi dengan memakai barang dan jasa UMKM. Jadi, kita saling tolong menolong," ucap Jeffrey Kie.

Selain menggalakkan UMKM, Indonesia bisa meraih cita-cita sebagai negara dengan pendapatan per kapita tinggi dengan memperbanyak "pekerjaan kelas menengah."

Jeffrey Kie menjelaskan salah satu yang termasuk dalam pekerjaan kelas menengah adalah profesi agen asuransi.

"Pilihan profesi sebagai agen asuransi bisa diandalkan dalam kondisi saat ini," katanya.

Jeffrey Kie mengakui banyak orang menganggap asuransi sebagai barang yang tidak terlihat, tapi manfaatnya dapat dirasakan langsung. 

"Di sinilah peran dari produk asuransi sangat membantu, terutama di tengah kondisi sulit saat ini. Orang sakit butuh biaya, asuransi meng-cover itu," ucapnya.

Dalam menjalani profesi agen asuransi, Jeffrey Kie mengatakan tak perlu modal uang.

"Sebagai agen asuransi modalnya adalah niat, kemauan yang kuat, dan keinginan membantu orang lain," kata dia.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id