comscore

Mendongkrak Konektivitas Maritim RI Lewat Integrasi BUMN Pelabuhan

Desi Angriani - 19 September 2021 22:52 WIB
Mendongkrak Konektivitas Maritim RI Lewat Integrasi BUMN Pelabuhan
Ilustrasi aktivitas di Pelindo II - - Foto: MI/ Yosep Pencawan
Jakarta: Penggabungan empat BUMN Pelindo tak hanya menciptakan standar baru dalam sistem pengelolaan pelabuhan di Tanah Air. Lebih jauh, integrasi tersebut akan mendorong konektivitas maritim dalam negeri.

Apalagi sebagai negara maritim, laut Indonesia menjadi medium yang memudahkan konektivitas tersebut dengan tujuan akhir mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Adapun poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis untuk menjamin konektivitas antarpulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, hingga perbaikan transportasi laut.

 



Gagasan ini sudah tercermin dalam visi dan misi baru yang diusung oleh peleburan PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero) yakni menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia serta mewujudkan jaringan ekosistem maritim nasional melalui peningkatan konektivitas jaringan dan integrasi pelayanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Karenanya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempercepat finalisasi merger perusahaan pelat merah tersebut. PT Pelindo II bertindak sebagai surviving entity atau perusahaan penerima penggabungan lantaran saat ini pengelolaan terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok semakin baik dan cepat akibat implementasi digitalisasi.

Sementara Pelindo I, Pelindo III, dan Pelindo IV akan bubar tanpa proses likuidasi. Setelah merger, nama perusahaan hasil penggabungan resmi menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada 1 Oktober 2021.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut integrasi tersebut akan meningkatkan posisi Pelindo sebagai operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput sebesar 16,7 juta TEUs.

Hal ini tercermin dari penggabungan aset keempat BUMN tersebut yang diperkirakan mencapai Rp112 triliun dengan pendapatan Rp28,6 triliun.

"Penggabungan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, dan meningkatkan konektivitas maritim di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan," kata Kartika dalam webinar yang dikutip Minggu, 19 September 2021.

Meskipun penggabungan dilakukan, nantinya akan dibentuk empat klaster untuk menunjang bisnis perusahaan. Di antaranya klaster peti kemas, non-peti kemas, logistik dan hinterland development, serta marine, equipment dan port services. Rencananya, klaster logistik akan dibentuk di Jakarta di bawah perusahaan Pelindo Solusi Logistik.

Menurut Direktur Utama Pelindo II dan Ketua OC Penggabungan Pelindo Arif Suhartono, anak perusahaan-anak perusahaan Pelindo I-IV yang ada akan ditempatkan di masing-masing subholding berdasarkan lini bisnisnya. Misal semua anak perusahaan Pelindo I-IV yang bergerak di bidang peti kemas akan masuk ke Subholding Peti kemas.

“Pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM,” tutur Arif.

Ekosistem logistik nasional

Perkembangan industri logistik Tanah Air disebut tertinggal 20 tahun dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Pasalnya, ongkos logistik di Indonesia mencapai 26 persen dari biaya produksi atau lebih tinggi dibandingkan dengan negara seperti Thailand dan Vietnam.
 
Mahalnya ongkos logistik dalam negeri tentu tak terlepas dari berbagai kendala. Misalnya, standarisasi sistem logistik yang baku untuk semua penyedia jasa maupun kenaikan tarif kargo yang tak bisa dibendung.

Sementara itu, pemerintah menargetkan biaya logistik nasional turun menjadi 10 persen terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB). Proyeksi ini menyusul upaya Indonesia dalam mencapai predikat negara berpenghasilan tinggi atau negara maju pada 2024 nanti.
 
Dirut Pelindo IV Prasetyadi menjelaskan integrasi Pelindo sangat diperlukan untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan sehingga biaya logistik menjadi lebih murah.

Di sisi lain, integrasi Pelindo juga akan memudahkan koordinasi pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah sehingga mendorong peningkatan konektivitas hinterland yang akan berdampak pada meningkatnya volume ekspor-impor dan trafik pelabuhan.

"Selain berkontribusi positif pada perekonomian nasional, integrasi juga merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah," terang dia.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pun meminta agar seluruh pihak mengembangkan National Logistic Ecosystem (NLE) atau Sistem Ekosistem Logistik Nasional di beberapa pelabuhan.

Saat ini pemerintah telah melakukan sejumlah upaya, seperti simplifikasi proses bisnis di pemerintahan, integrasi sistem layanan logistik di pemerintah maupun swasta, hingga kemudahan transaksi pembayaran. Hal tersebut sejalan dengan telah diluncurkannya Batam Logistic Ecosystem (BLE) pada 18 Maret 2021 oleh Kemenko Marves.

Pada masa mendatang, terdapat beberapa isu yang perlu dikoordinasikan, seperti percepatan penerapan NLE di seluruh pelabuhan Pelindo 1, 2, 3 dan 4 yang berjumlah 112, penataan tenaga kerja bongkar muat (TKBM), penataan kelembagaan kekarantinaan, serta penataan tata ruang pelabuhan.

"Saya minta kepada semua, target kita 10 pelabuhan setelah Batam. Coba disusun timetable-nya dan kendalanya apa. Kita akan address (selesaikan) satu-satu supaya semuanya jalan," seru Luhut dalam keterangan resminya.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id