Anak Usaha PGN Bakal Perluas Penyaluran Gas Bumi di Luar Jawa

    Suci Sedya Utami - 28 Juni 2021 21:21 WIB
    Anak Usaha PGN Bakal Perluas Penyaluran Gas Bumi di Luar Jawa
    Ilustrasi jaringan gas bumi. Foto: Kementerian ESDM



    Jakarta: PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) berkomitmen memperluas penyaluran gas bumi, bukan hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Jawa.

    Anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ini sejak 2012 telah menyalurkan Gaslink yakni penyediaan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) untuk sektor industri dan komersial ke wilayah yang belum terjangkau gas pipa PGN.

     



    Saat ini, total Gagas telah melayani 182 pelanggan Gaslink. Dalam lima tahun terakhir, total penyaluran gas untuk Gaslink dan GasKu atau gas untuk transportasi sebanyak 5.237.930 million british thermal unit (MMBTU) atau 14,35 BBTUD.

    "Gagas bersama dengan anak usaha PGN lainnya, PT PGN LNG Indonesia, berkolaborasi dalam penyediaan Gaslink menggunakan moda transportasi laut dan darat ke Pomala, Sulawesi Tenggara untuk memenuhi kebutuhan smelter plan," ujar Direktur Utama Gagas, Muhammad Hardiansyah dalam keterangan resmi, Senin, 28 Juni 2021.

    Selain itu, sampai dengan 2021, Gagas telah mengelola 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan empat Mobile Refuelling Unit (MRU) yang tersebar di Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta hingga Jawa Timur yang menyalurkan Gasku yakni penyediaan gas bumi untuk sektor transportasi.

    "Pengoperasian SPBG dan MRU juga merupakan bentuk dukungan PGN Group dalam menyukseskan program Pemerintah diversifikasi energi melalui konversi penggunaan BBM ke BBG," kata Hardiansyah.

    Pada 2020, Gagas juga ikut serta dalam pemeliharaan dan pengelolaan jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 199.299 sambungan rumah tangga (SR) di 27 area operasi mulai dari Aceh Utara, Tarakan-Kalimantan Utara, Banggai-Sulawesi Tengah hingga Sorong-Papua Barat. Program ini dilaksanakan dalam rangka menyukseskan program pemerintah dalam mengurangi subsidi BBM/LPG dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi khususnya untuk rumah tangga.

    Lebih lanjut, Hardiansyah menjelaskan bahwa kini Gagas melayani UMKM menggunakan skema terbaru yakni CNG Cylinder (C-CYL) atau sistem ganti tabung. Skema penyaluran gas pada C-cyl menggunakan tabung berisikan CNG sebesar 20-50 kg yang dapat disimpan dan diganti sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

    "Ke depan, kami bertekad untuk terus menjaga eksistensi dan kapabilitas kami dengan memberikan kontribusi positif bagi Subholding Gas dan selalu memberikan bakti terbaik untuk negeri. Gagas juga terus berupaya mengembangkan pasar baru, khususnya untuk melayani UMKM," jelas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id