Mitra Pengemudi Ojek Online Anggap PPKM Mikro Lebih Baik dari PSBB

    Ade Hapsari Lestarini - 24 Juni 2021 16:42 WIB
    Mitra Pengemudi Ojek <i>Online</i> Anggap PPKM Mikro Lebih Baik dari PSBB
    Foto: dok MI.



    Jakarta: Kebijakan penebalan dan penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) untuk meredam penyebaran virus covid-19 dianggap lebih baik jika dibandingkan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), apalagi jika harus lockdown.

    "PPKM Mikro yang diperketat saat ini tentu berdampak pada orderan yang menurun secara drastis. Tapi kalau sekarang kami masih beruntung karena layanannya tidak ditutup, beda dengan tahun lalu," ujar Ketua Komunitas Gojek and Grab on Twitter (GOT), Ismail, dikutip Kamis, 24 Juni 2021.

     



    Menurut Ismail, PSBB sempat menjadi masa yang paling sulit, karena banyak orang baru pertama kali menghadapi situasi seperti itu. "Saat itu orderan Goride dihilangkan untuk mengurangi penyebaran virus. Kalau dengan PPKM sekarang, saya masih bisa cari uang di jalan," imbuhnya.

    Sebagai pekerja harian yang tidak digaji, Ismail tidak bisa membayangkan jika sampai dilakukan lockdown atau karantina wilayah. "Jika dilakukan lockdown bagaimana dengan kebutuhan pokok untuk keluarga di rumah?" tanyanya.

    Meski demikian, secara pribadi Ismail mengaku akan ikut keputusan pemerintah, termasuk jika harus lockdown, asalkan pemerintah menjamin dan menanggung kebutuhan hidup keluarganya. Dia berharap langkah yang dilakukan pemerintah saat ini dengan PPKM Mikro dan program vaksinasi, akan mampu meredam penyebaran covid, sehingga kondisi bisa kembali berangsur normal.

    Menurut Ismail, sebagian besar pengemudi ojek online sudah mendapatkan vaksin, dan selalu berusaha menerapkan protokol kesehatan. "Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan vaksin dosis ke-2, ini saya peroleh dari aplikator melalui jalur pekerja layanan publik," ungkapnya.

    Oleh karena itu, dia berharap vaksinasi bisa makin cepat, bisa dilakukan dibanyak tempat, dengan persyaratan yang mudah.

    "Selama memiliki KTP, domisili di manapun dan bersedia vaksin langsung saja diproses. Jangan dipersulit dengan surat keterangan domisili atau keterangan lokasi tempat bekerja dan syarat-syarat lain," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id