Shopee Tegaskan Penjualan Daging Anjing Langgar Kebijakan ShopeeFood

    Medcom - 06 September 2021 19:10 WIB
    Shopee Tegaskan Penjualan Daging Anjing Langgar Kebijakan ShopeeFood
    Ilustrasi aplikasi shopee Indonesia - - Foto: dok MI



    Jakarta: Shopee Indonesia yang menaungi ShopeeFood mengklarifikasi perihal penjualan daging hewan peliharaan termasuk daging anjing melanggar kebijakan ShopeeFood.
     
    "Kami telah mengambil langkah tegas dengan menghapus beragam jenis nama menu hasil olahan daging hewan peliharaan maupun liar," ujar Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 September 2021.
     
    Menurut dia, tindakan tersebut akan diambil sesuai dengan kebijakan perusahaan yang secara khusus mengatur menu makanan dan minuman apa saja yang dilarang untuk dijual di ShopeeFood. Termasuk menu yang berasal dari hewan peliharaan, langka, liar, maupun berbahaya menurut undang-undang pemerintah.
     
    "ShopeeFood secara rutin mengedukasi merchant mengenai kebijakan tersebut serta secara aktif melakukan pengawasan menu konten yang ketat. Bagi merchant yang melakukan pelanggaran, kami akan segera memberikan sanksi mulai dari penghapusan menu, penutupan
    merchant secara sementara hingga permanen," jelasnya.
     
    Dia mengimbau, para pengguna juga dapat turut aktif melaporkan restoran yang melanggar kebijakan menu dan konten kami melalui tim Customer Service di 150072, email di support@shopee.co.id, atau chat melalui aplikasi.
     
    Sebelumnya, platform ojek online (ojol) menuai kritik lantaran memfasilitasi perdagangan daging anjing. Praktik tersebut diminta dihentikan karena diduga melanggar Undang-Undang (UU).

    "Kami mengatakan bahwa memfasilitasi hal yang melanggar perundangan adalah bentuk pidana dan turut serta dalam pelanggaran perundangan tersebut," ujar Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI), Doni Herdaru, seperti dikutip dari Media Indonesia, Sabtu 4 September 2021.
     
    Aturan yang diduga dilanggar yakni Pasal 363, 480, 406 KUHP, kemudian UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, serta UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Menurut Doni, asal daging tidak jelas dan diduga berasal dari pasar gelap.
     
    Pihaknya melayangkan somasi melalui kuasa hukum Hotman Girsang, terhadap empat platform pengiriman online supaya menghentikan pelayanan terkait hal itu. Keempatnya ialah Grabfood, Gofood, Traveloka Eats, dan Shopee Food.

     



    Menurut dia, friendly reminder telah dikirim pada 2020 kepada Gojek dan Grab. Malah, pada tahun yang sama pihaknya menyampaikan secara langsung protes terkait hal ini pada suatu pertemuan.

    "Kami mengatakan bahwa memfasilitasi hal yang melanggar perundangan adalah bentuk pidana dan turut serta dalam pelanggaran perundangan tersebut," ujar Doni.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id