Mendag: Surplus Perdagangan Januari-Mei 2021 Terbesar 10 Tahun Terakhir

    Annisa ayu artanti - 17 Juni 2021 10:54 WIB
    Mendag: Surplus Perdagangan Januari-Mei 2021 Terbesar 10 Tahun Terakhir
    Menteri Perdagangan M Lutfi. Foto : MI/Abdullah.



      Jakarta: Menteri Perdagangan M Lutfi menilai kinerja perdagangan pada awal 2021 sudah menunjukan penguatan. Bahkan, surplus perdagangan yang terjadi pada Januari-Mei 2021 menurutnya merupakan surplus perdagangan awal tahun terbesar selama 10 tahun terakhir atau sejak 2012.

    Tercatat selama 2021, neraca perdagangan selalu mengalami surplus dan pada Mei menunjukkan surplus tertinggi sebesar USD2,36 miliar. "Kinerja perdagangan di awal 2021 terus menunjukkan penguatan," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 Juni 2021.

     



    Ia menjelaskan surplus perdagangan Mei 2021 disumbang surplus neraca non migas sebesar USD3,49 miliar dan defisit neraca migas USD1,13 miliar.

    Adapun, negara mitra dagang penyumbang utama surplus yaitu Amerika Serikat, Filipina, dan India dengan kontribusi sebesar USD1,72 miliar. Di sisi lain, transaksi perdagangan dengan Tiongkok, Australia, dan Singapura berkontribusi terhadap defisit neraca perdagangan sebesar USD1,09 miliar.

    "Secara kumulatif neraca perdagangan Januari-Mei 2021 surplus USD10,17 miliar dan melampaui surplus perdagangan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD4,18 miliar," jelasnya.

    Ia merinci untuk kinerja ekspor Indonesia pada Mei 2021 tercatat sebesar USD16,6 miliar. Nilai tersebut naik 58,76 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), namun turun 10,25 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya (MoM). Penurunan tersebut disebabkan turunnya ekspor migas sebesar 2,68 persen dan nonmigas sebesar 10,67 persen.

    "Jika melihat data perkembangan kinerja ekspor tahun-tahun sebelumnya, kinerja ekspor di bulan Ramadan dan Lebaran selalu mengalami penurunan dan hal tersebut merupakan pola musiman yang wajar. Hal ini akibat adanya hari libur pada bulan tersebut," ujarnya.

    Sedangkan untuk kinerja impor Indonesia tercatat sebesar USD14,23 miliar, turun 12,16 persen dari bulan sebelumnya, namun naik 68,68 persen secara tahunan. Penurunan dipicu turunnya impor nonmigas sebesar 14,16 persen (MoM) sedangkan migas naik tipis 1,90 persen (MoM).

    Struktur impor Indonesia berdasarkan kelompok penggunaan barang pada Mei 2021 terdiri atas 76,88 persen bahan baku/penolong, 13,25 persen barang modal, dan 9,87 persen barang konsumsi.

    "Penurunan nilai total impor Mei 2021 sebesar 12,16 persen disebabkan turunnya impor di semua golongan penggunaan barang. Impor barang modal turun sebesar 14,09 persen, diikuti bahan baku/penolong sebesar 11,60 persen, dan barang konsumsi 13,77 persen," jelasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id