Sektor yang Pemulihannya Lambat Bakal Diintervensi, Apa Saja?

    Antara - 14 Juni 2021 19:45 WIB
    Sektor yang Pemulihannya Lambat Bakal Diintervensi, Apa Saja?
    Sektor jasa konstruksi masuk dalam kelompok slow starter. Foto: dok MI/Francisco.



    Jakarta: Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan mengintervensi berbagai kebijakan untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor yang masuk dalam kelompok pemulihannya lambat atau slow starter.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kelompok slow starter yakni perdagangan, konstruksi, transportasi, dan jasa-jasa mengalami kontraksi penjualan paling dalam akibat pandemi covid-19 dan membutuhkan waktu yang lama untuk bangkit.

     



    "Ketika covid naik, mereka turun, ketika covid turun mereka pulih tapi slow. Nah ini jadi tidak simetris dan ini merupakan kelompok yang harus kita perhatikan," kata Menkeu Sri Mulyani saat Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 14 Juni 2021.

    Pemulihan sektor di kelompok slow starter, lanjut Menkeu, sangat berbeda dengan kelompok growth driver (industri manufaktur) yang meskipun terpukul, namun bisa mulai bangkit. Sejak kuartal IV-2020, return of asset kelompok growth driver mencapai 3,67 persen.

    "Kalau dikoneksikan dengan belanja untuk listrik sudah mulai meningkat di semua industri, ini diharapkan makin naik ke atas," ujar Menkeu.

    Sedangkan kelompok resilience, merupakan sektor-sektor yang daya pulih akibat pandemi covid-19 sangat cepat, bahkan pada kuartal IV-2020 pertumbuhannya telah mencapai 9,2 persen.

    Lebih lanjut Sri Mulyani menyampaikan bahwa kemampuan membayar kelompok resilience berada di atas threshold 1,5. Sementara kelompok slow starter dan growth driver di bawah threshold atau rendah.

    Kondisi tersebut membuat interest coverage ratio (ICR) atau kemampuan membayar kelompok slow starter dan growth driver rendah dan perbankan juga menghindari untuk memberikan kredit.

    Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai intermediary keuangan perlu melakukan intervensi untuk mendorong pemulihan kedua kelompok tersebut.

    "Ini adalah tantangan pemulihan ekonomi yang kami di KSSK terus membahasnya. Apalagi yang harus kita lakukan, policy mix yang bisa kita formulasikan," jelasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id