Luhut: RI Hemat Rp100 Triliun Kembangkan Transportasi Kereta Api

    Antara - 19 Agustus 2020 17:41 WIB
    Luhut: RI Hemat Rp100 Triliun Kembangkan Transportasi Kereta Api
    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Pandjaitan - - Foto: Antara/ Hafids Mubarak A
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan Indonesia bisa menghemat hingga Rp100 triliun dengan mengembangkan transportasi massal berbasis kereta api. Penghematan itu dihitung dari Rp40 triliun biaya operasi kendaraan bermotor dan Rp60 triliun untuk waktu perjalanan.

    "Nilai tersebut setara dengan empat persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabodetabek," katanya dikutip dari Antara, Rabu, 19 Agustus 2020.

    Luhut menjelaskan penggunaan transportasi massal akan mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan. Berdasarkan data dari PT KAI Commuterline Indonesia (PT KCI), jumlah penumpang mencapai 336 juta orang dari dan menuju Jakarta ke dan dari wilayah sekitar Jakarta pada 2019.

    Selain itu, transportasi darat memiliki peranan penting dan memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian nasional. Hal ini seiring dengan komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur transportasi darat di seluruh bagian Indonesia.

    "Ini tampak pada pembangunan tol di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan di Bali maupun rencana pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan, Sulawesi, dan Bali," tambah dia.

    Mengutip studi LPPM FE UI, Luhut mengatakan bahwa kenaikan stok jalan sebesar 1 persen akan menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,8 persen. Karena itu, pemerintah Indonesia memandang penting pembangunan infrastruktur jalan baik dalam bentuk investasi pemerintah maupun investasi swasta dalam proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

    "Selain itu, konektivitas jalan, termasuk jalan tol merupakan sebuah komponen penting dalam mendorong transformasi ekonomi menuju sektor manufaktur dan jasa," katanya.

    Saat ini terdapat 221 lintasan, 35 pelabuhan dan 151 kapal yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Titik lintasan terdapat mulai dari Banda Aceh, Sibolga, Bakauheuni, Merak, Ketapang, Batulicin, Bitung, Ternate, Sorong sampai dengan Merauke. Penumpang yang diangkut berjumlah 6,6 juta per tahun sedangkan jumlah kendaraan yang diangkut 6,4 juta per tahun.

    "Data tersebut merefleksikan pentingnya angkutan sungai, danau dan penyeberangan untuk lebih dioptimalkan," pungkas dia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id