Dunia Usaha Perlu Memprediksi Dampak Lanjutan Covid-19

    Husen Miftahudin - 21 Mei 2020 16:25 WIB
    Dunia Usaha Perlu Memprediksi Dampak Lanjutan Covid-19
    Ilustrasi - - Foto: MI/ Atet Dwi Pramadia
    Jakarta: Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Bayu Priawan Djokosoetono menyatakan pandemi virus korona (covid-19) membuat banyak kegiatan produksi berhenti beroperasi akibat pembatasan sosial. Alhasil terjadi guncangan antara permintaan dan penawaran disaat bersamaan.

    "Pandemi covid-19 telah menyebabkan terganggunya kegiatan ekonomi bisnis secara ekstrim khususnya sektor produksi, sehingga jalinan mata rantai sektor terkait juga terganggu. Bahkan sudah ada yang mengalami stagnasi," ujar Bayu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020.

    Memang pemerintah telah berupaya melakukan mitigasi atas kemungkinan terpuruknya dunia usaha dengan mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan dampak ekonomi akibat covid-19. Namun, dunia usaha juga perlu melakukan prediksi secara cermat dan lebih prudent.

    "Prediksi perlu agar tidak terlalu dalam menanggung risiko," imbuh dia.

    Sementara itu, pengamat ekonomi Faisal Basri mengungkapkan guncangan di sisi permintaan dan penawaran banyak terjadi di sektor manufaktur hulu hingga hilir. Akibatnya, berpengaruh besar ke sektor-sektor lainnya.

    "Bahkan sektor keuangan mengalami guncangan, bursa saham dan pasar obligasi ikut tertekan. Investasi nyaris berhenti, dan jutaan pekerja telah dirumahkan," urai dia.


    Faisal membandingkan perbedaan krisis ekonomi dan depresi besar pada 1929 akibat wabah penyakit dengan kondisi dunia akibat pandemi covid-19 di 2020 ini. Pada masa lalu, katanya, langsung tersedia obat dengan sejumlah kebijakan ekonomi untuk memulihkannya. Berbagai perangkat kebijakan ekonomi membuat kegiatan usaha dan masyarakat bisa terus berlangsung - walaupun skalanya menciut.

    "Tapi akibat pandemi covid-19 saat ini, semua berjalan serba tidak jelas. Sistem informasi dan globalisasi yang sangat masif menjadikan kondisi ekonomi dunia terguncang. Akibatnya di tingkat operasional bisnis terjadi supply shock dan demand shock secara bersamaan," jelasnya.

    Pada konteks pandemi covid-19 dibutuhkan aksi kolektif global untuk menghadapinya. Perlu semacam solidaritas global guna menuju keseimbangan baru antara saling ketergantungan dengan penguatan bangsa.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id