Pandemi Jadi Momentum Penguatan Transportasi Berbasis Rel

    Raja Suhud V.H.M - 20 September 2020 13:22 WIB
    Pandemi Jadi Momentum Penguatan Transportasi Berbasis Rel
    Ilustrasi. Foto: Dok. KAI
    Jakarta: Pemerintah dan berbagai pihak terkait diingatkan untuk berkomitmen kuat menjadikan transportasi massal berbasis rel sebagai primadona infrastruktur pengangkutan penumpang, kargo, dan barang yang strategis.

    Komitmen ini mendesak di tengah tuntutan penyediaan tarsnportasi pengangkutan penumpang yang cepat dan tinggi, efisiensi biaya logistik yang kompetitif, dan penghematan anggaran negara untuk biaya pemeliharaan maupun perawatan infrastturut transportasi lainnya.

    "Kita tidak bisa membiarkan PT KAI berpikir sendirian melakukan pemeliharaan infrastruktur PT KAI yang relatif tua, restorasi stasiun dan aset yang luar biasa besar menjadi baik dan menarik, serta  mengadakan investasi baru untuk angkutan massal berbasis rel yang modern. Pemerintah harus mengambil momentum di era pandemi saat ini guna  perbaikan menyeluruh PT KAI,” kata Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel, saat kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT KAI, di Bandung Jawa Barat, dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 20 September 2020.

    Menurut Rachmat, kunjungan ini selain mengetahui fakta secara langsung, sekaligus sebagai mekanisme kontrol DPR. Pihaknya juga ingin mengetahui efektivitas rencana pemerintah untuk memberikan tambahan penanaman modal negara (PMN) sebesar Rp3,6 triliun membantu PT KA menghadapi beban krisis ekonomi akibat dihantam pandemi covid-19.

    Sebelumnya pada 2015,  BUMN strategis ini mendapat PMN sebesar Rp2 triliun dan tahun 2017 mendapat tambahan PNM Rp2 triliun, sehingga totalnya akan  menjadi Rp7,6 triliun. Menurut Legislator Partai Nasdem ini, meski sudah ada komitmen bersama, namun keberadaan dan penguatan trasnportasi bebasis rel harus terus dihadirkan kembali sebagai infrastruktur vital. Sebab kemajuan transportasi berbasis rel merupakan indikator  kemajuan pembangunan suatu negara.

    Di berbagai negara maju dan industri di dunia, selalu bertumpu pada kemajuan angkutan massal dan barang bebasis rel, seperti Jepang, Tiongkok, dan Eropa. Manfaat strategis dari angkutan berbasis rel banyak sekali karena daya tariknya yang luar biasa besar dan ekonomis dibandingkan moda angkutan lain.

    Pada sisi daya angkut misalnya, angkutan kereta penumpang setara dengan 300 truk dengan beban 10 ton. Pembiayaan perawatan murah dan lebih panjang sehingga lebih efisien dan hemat biaya negara. Kereta juga mampu menyediakan layanan transportasi prima dan berorientasi pada pengguna. Layanan jasa kereta felskibel sehingga mampu melakukan pelayanan untuk golongan kelas ekonomi bawah, menengah hingga atas di Indonesia.

    Melihat signifikasi vital dan strategis tersebut maka jasa transportasi berbasis rel harus menjadi agenda prioritas Presiden Jokowi dalam lima tahun ke depan.

    Pihaknya yakin, hal itu sangat mungkin dilakukan jika melihat selama ini program kerja Presiden Jokowi yang menugaskan Kementeriaan Perhubungan, Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementeriaan BUMN dalam pembangunan infrastruktur transortasi berbasis rel yang masif dalam lima tahun terakhir.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id