Mendag Pangkas Rantai Jalur Distribusi Gula

    Ilham wibowo - 28 April 2020 21:23 WIB
    Mendag Pangkas Rantai Jalur Distribusi Gula
    Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan dan Bareskrim akan terus mengawal distribusi gula konsumsi. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Seluruh produsen dan distributor gula di Indonesia diinstruksikan untuk memangkas rantai jalur distribusi dan tidak menahan stok. Hal tersebut guna menekan harga gula tak lebih dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp12.500 per kg.  

    Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto bersama Satgas Pangan Tim Pengawas Gula telah dibentuk untuk mengawal kebijakan ini. Tindakan tegas akan dilakukan jika masih ada produsen dan distributor yang melanggar.

    Menurut Agus, perlu kebijakan lebih keras untuk meredam harga gula pasir yang masih tinggi dengan rata-rata nasional mencapai Rp18.200 per kg atau naik hingga mencapai 45 persen di atas HET Rp12.500 per kg. Harga di Manokwari bahkan mencapai Rp22 ribu per kg.

    "Saya instruksikan kepada distributor agar memotong rantai distribusi gula, dengan tidak menjual gula kepada distributor lain karena berdasarkan hasil pengawasan Kementerian Perdagangan masih terdapat distributor yang menjual gula ke distributor lain di luar wilayah distribusinya yang berpotensi menyebabkan tingginya harga gula,” kata Agus dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, 28 April 2020.

    Agus menginstruksikan kepada produsen yang mendapatkan penugasan khusus dari Kemendag agar mendistribusikan hasil olahannya langsung ke retail modern. Ia juga meminta para produsen memastikan rantai distribusi tidak panjang dan bisa langsung menjual kepada pengecer.

    “Pemenuhan ke retail modern saya minta menjadi atensi dan komitmen para produsen mengingat saat ini retail modern dapat menjaga harga gula sesuai HET Rp12.500 dan sebaran retail modern yang ada di seluruh Indonesia diharapkan mempercepat penurunan harga secara nasional,” papar Agus.  

    Sejak 20 April lalu, pasar-pasar di DKI sudah dipasok gula secara langsung oleh produsen dan distributor. Hal ini diharapkan juga dilakukan di wilayah lain di seluruh Indonesia dengan jumlah yang ditargetkan yakni 30 ribu ton.

    Agus menyampaikan bahwa penurunan gula pada harga sesuai HET akan menjadi perhatian serius pemerintah. Produsen dan distributor yang bermain-main dan bersepkulasi untuk mengambil keuntungan di kala pandemi covid-19 akan ditindak baik administrasi maupun pidana.

    “Kemendag beserta Satgas Pangan terus melakukan pengawasan untuk mengawal pendistribusian gula ke pasar. Secara khusus, kami telah membentuk tim pengawas dan pemantau harga dan ketersediaan gula di pasar guna memastikan distribusi gula ke 34 propinsi sesuai dengan HET yang telah ditetapkan,” ucapnya.

    Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengatakan Pemerintah telah mengambil langkah dalam menjaga stabilisasi harga gula konsumsi di tingkat masyarakat. Pemerintah telah menugaskan beberapa BUMN melakukan importasi GKP untuk mengisi kekosongan karena berbagai sebab.

    “Musim giling yang harusnya jatuh pada akhir Mei, diperkirakan akan terjadi pada akhir Juni. Artinya gula petani akan masuk awal Juli. Ditambah lagi beberapa negara telah menerapkan lockdown yang berpengaruh pada proses distribusi dari luar negeri,” papar Suhanto.

    Ia menambahkan bahwa penugasan telah diberikan untuk mengalihkan sementara izin impor gula rafinasi sebesar 250 ribu ton dan diolah menjadi gula konsumsi. Saat ini, pengalihan tersebut sudah berjalan pada produksi 99 ribu ton.

    “Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan dan Bareskrim akan terus mengawal distribusi gula konsumsi. Diharapkan dengan pola distribusi ini akan menjaga harga gula tetap sesuai HET yang ditetapkan,” pungkas Suhanto.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id