BUMN Tunggu Instruksi Pemerintah untuk Masuk Kantor

    Suci Sedya Utami - 18 Mei 2020 14:31 WIB
    BUMN Tunggu Instruksi Pemerintah untuk Masuk Kantor
    Perusahaan pelat merah masih menunggu instruksi pemerintah untuk kembali masuk kantor. Foto: Dok. Kementerian BUMN
    Jakarta: Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunggu persetujuan atau instruksi pemerintah, dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanaganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kembali masuk kantor.

    "Kapan masuknya kita nunggu dari pemerintah dalam konteks Ketua Gugus Tugas dan Menteri Kesehatan yang akan memberikan sinyal bahwa kita bisa masuk atau belum. Jadi kita bukannya nyelonong masuk," kata Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni dalam virtual conference, Senin, 18 Mei 2020.

    Namun sebelum masuk tentunya perusahaan-perusahaan BUMN harus dibekali dengan protokol yang jelas dalam menghadapi kondisi new normal. Ia bilang hal ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir melalui surat nomor S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 perihal Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.

    Erick, kata Alex, meminta agar BUMN juga mempersiapkan antisipasi seminggu lebih awal dari perkiraan kondisi new normal dengan rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pembukaan aktivitas ekonomi yang kini juga masih dalam kajian pemerintah.

    "Protokol ini kita siapkan sehingga kapan ada sinyal-sinyalnya kita sudah siap. Bukan menunggu kapan ada pelonggaran PSBB baru kita menyiapkan diri, kita sudah mengantisipasi seminggu sebelum perkiraan antisipasi pemerintah," tutur Alex.

    Selain itu ia juga mengklaifikasi pemahaman mengenai instruksi new normal yang mulai dijalankan pada 25 Mei 2020.  Ia  menjelaskan 25 Mei bukanlah tanggal bagi perusahaan-perusahaan BUMN untuk kembali menjalankan usaha seperti sedia kala dan karyawan yang berusia di bawah 45 tahun untuk masuk kantor. Namun, kata Alex, di tanggal tersebut perusahaan pelat merah harus sudah menyiapkan protokol mengenai the new normal.

    "Bukan menyatakan 25 Mei itu kita masuk usia 45, tapi 25 itu pedoman umum dan protokolnya harus dirilis. Jadi ini fase BUMN menyiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario new normal," jelas dia.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id