Pemerintah Bangun Food Estate di Dataran Tinggi

    Ilham wibowo - 01 Juli 2020 13:53 WIB
    Pemerintah Bangun <i>Food Estate</i> di Dataran Tinggi
    Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan (kiri), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) - - Foto: Istimewa
    Jakarta: Pemerintah segera mengimplementasikan hadirnya lumbung pangan baru atau food estate dalam super prioritas program pertanian (SPPP). Kawasan tersebut akan dibangun di atas lahan subur di dataran tinggi.

    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan food estate lebih baik dibangun di dataran tinggi lantaran memiliki tingkat kesuburan tanah yang maksimal.

    "Ternyata tanah subur itu di Humbang Hasundutan dan Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) sudah ke sana dan kita usulkan bagaimana untuk dirancang bagus," kata Luhut di kantor Kementan, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020.

    Menurutnya Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi yang bagus untuk ditanami beragam hortikultura seperti kentang dan bawang putih. Ketersediaan lahan subur di dataran tinggi yang beriklim basah itu bisa menghasilkan panen melimpah dengan intervensi pemerintah.

    "Pak Syahrul ini luar biasa sudah punya rencana, saya pikir nanti akan terjadi misalnya kentang, bawang putih kelihatannya bisa subur di sana karena ketinggian 1.400 meter dan luasnya bisa beberapa puluh ribu hektare," ungkap Luhut.

    Food estate di Sumut dengan ketersediaan lahan subur 30 hektare ini pun diproyeksikan jadi basis produksi pertanian besar dengan sistem mekanis pertama di Indonesia. Model sistem yang sama, kata Luhut, bisa diaplikasikan di seluruh Indonesia.

    "Indonesia pertama kali punya pertanian yang mekanis dan ini nanti dalam pikiran Pak Menteri bisa juga di-copy di tempat lain dengan 50-100 hektare karena sudah mekanis, itu cost bisa lebih turun sehingga lumbung pangan pikiran presiden itu juga bisa diimplementasikan dalam bentuk seperti ini," ungkapnya.

    Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah memetakan lahan khusus pertanian yang berkualifikasi tinggi dan cocok untuk program food estate. Selain ketersediaan lahan, komoditas yang diproduksi juga bisa menyasar pada produk dengan harga jual tinggi seperti kentang dan bawang.


    "Intervensi yang harus dilakukan di sana adalah hi-tech antara lain menggunakan riset kuat, menggunakan hasil riset bibit pupuk dan obat-obatan yang tepat dan penanganan budidaya menggunakan mekanisasi fullsystem, bukan yang reguler," kata Syahrul.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id