Volume Gas Hulu dengan Harga Baru Capai 1.223,03 BBTUD

    Suci Sedya Utami - 26 Juni 2020 15:12 WIB
    Volume Gas Hulu dengan Harga Baru Capai 1.223,03 BBTUD
    Ilustrasi gas industri - - Foto: dok Kementerian ESDM
    Jakarta: Sebanyak 20 perjanjian baru kembali diteken terkait penyesuaian harga gas bumi USD6 per million british thermal unit (MMBTU) untuk tujuh sektor industri. Penandatanganan ini menambah jumlah volume gas yang bisa dibeli dengan harga baru tersebut.

    Kedua puluh perjanjian tersebut terdiri dari 13 letter of agreement (LoA) atau side letter of agreement antara penjual dan pembeli. Serta tujuh side letter atas kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
     
    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan total telah ditandatangani 16 perjanjian untuk side letter atas PSC. Perjanjian tersebut dapat menjadi kekuatan hukum yang sama dengan amendemen PSC, sehingga memberikan jaminan investasi oleh KKKS.
     
    "Kami berharap KKKS mau meningkatkan investasinya di Indonesia, menjaga target produksi gas dan dalam jangka panjang meningkatkan pasokan gas melalui investasi pengembangan yang baru," kata Dwi dalam keterangan resminya, Jumat, 26 Juni 2020.
     
    Untuk kesepakatan antara penjual dan pembeli, dari 13 LoA yang diteken, dua perjanjian merupakan implementasi dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 89 Tahun 2020 tentang tata cara penetapan pengguna dan harga gas bumi tertentu di bidang industri dengan total volume sebesar 46,3 billion british thermal unit per day (BBTUD).

    Sementara 11 perjanjian sebagai implementasi Kepmen ESDM Nomor 91 Tahun 2020 tentang harga gas bumi di pembangkit tenaga listrik dengan volume sebesar 213,73 BBTUD. Dengan ditandatangani perjanjian antara penjual dan pembeli tersebut, maka total dokumen yang telah diteken untuk gas industri yakni 25 perjanjian sebagai implementasi Kepmen 89.

    Total volumenya sebesar 522,3 BBTUD atau 43 persen dari total volume gas dalam aturan tersebut. Selain itu, terdapat pasokan gas sebesar 300 BBTUD atau setara 24,9 persen yang tidak memerlukan penandatanganan perjanjian antara penjual dan pembeli. Adapun total pasokan gas yang telah sesuai dengan Kepmen tersebut sebesar 822,3 BBTUD atau 68,2 persen.

    Dari sisi sektor kelistrikan telah ditandatangani 13 dokumen perjanjian antara penjual dan pembeli dengan total volume gas sebesar 298,73 BBTUD atau setara 21,4 persen dari total volume gas 2020 yang tertera dalam aturan Kepmen 91.  

    Selain itu, terdapat pasokan gas sebesar 102 BBTUD yang tidak memerlukan penyesuaian perjanjian karena telah sesuai dengan aturan tersebut. Secara total volume gas untuk sektor kelistrikan sebesar 400,73 BBTUD atau setara 28,7 persen.

    Dengan begitu, total volume gas dengan harga baru  bagi sektor industri dan kelistrikan yang telah diteken sebesar 1.223,03 BBTUD. Dwi menjelaskan dengan pembelian gas di sektor industri maupun kelistrikan, termasuk pelaku usaha industri hilir dapat memastikan pasokan gas sesuai volume dalam kontrak.

    "Pembeli juga seharusnya meningkatkan serapan gas karena harga yang diberikan lebih rendah," tutur Dwi. 



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id