Diversifikasi Pangan, Mentan Ajak Sehari Tidak Konsumsi Beras

    Ilham wibowo - 28 Juni 2020 12:48 WIB
    Diversifikasi Pangan, Mentan Ajak Sehari Tidak Konsumsi Beras
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto: Dok. Kementerian Pertanian
    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengampanyekan gerakan diversifikasi pangan dalam rangkaian acara Hari Krida Pertanian. Kegiatan ini sebagai langkah menjaga ketersediaan dan keberagaman konsumsi pangan yang bergizi seimbang.

    "Hari ini kita mengampanyekan gerakan diversifikasi pangan lokal. Kita nyatakan diverifikasi pangan lokal adalah kekayaan dan budaya bangsa," kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 28 Juni 2020.

    Syahrul memaparkan bahwa potensi keanekaragaman hasil pertanian di dalam negeri sangat bisa dimanfaatkan agar ketahanan pangan tetap kokoh. Dalam pemenuhan karbohidrat, misalnya, bisa memilih produk selain beras yang juga memiliki nilai gizi tinggi seperti umbi-umbian.

    Menurutnya, sekecil apapun upaya menjaga ketahanan pangan akan menjadi langkah untuk turut memperkuat bangsa. Produk inovasi dari peneliti Kementan juga telah diimplementasikan dalam roadmap diversifikasi pangan lokal sumber karbohidrat nonberas.

    "Bukan hanya beras yang kita miliki. Tapi yang kita miliki berbagai pangan lainnya. Tidak hanya beras, ada ubi-ubian, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu, dan lainnya," ungkap Syahrul.

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi menuturkan bahwa roadmap diversifikasi pangan hulu hingga hilir meliputi  produksi, pascapanen, stok, dan pengolahan. Kemudian berlanjut ke pemasaran hingga pemanfaatan berupa edukasi ke masyarakat.  

    Periode 2020 hingga 2021, upaya diversifikasi pangan lokal pengganti beras meliputi penyediaan benih unggul, pupuk, dan pendampingan. Areal tanam tetap dipertahankan dan menambah areal baru untuk penanaman pisang sebagai sumber karbohidrat, gerakan tidak mengonsumsi beras atau nasi dan produk turunannya satu hari dalam satu bulan, serta melakukan kampanye dan edukasi ke masyarakat.

    "Kita mendorong komoditas pangan lokal nonberas ini dikembangkan sesuai potensi dan spesifik lokasi, satu wilayah punya satu keunggulan komoditas," ungkap Agung.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id