Pemerintah Perlu Refocusing Anggaran Hadapi Covid-19

    Angga Bratadharma - 25 Juni 2020 17:28 WIB
    Pemerintah Perlu <i>Refocusing</i> Anggaran Hadapi Covid-19
    Mardiasmo. FOTO: Kementerian Keuangan
    Jakarta: Pandemi covid-19 mengharuskan pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia untuk melakukan penanganan yang tepat dan terukur, tidak terkecuali dalam aspek keuangan. Karena itu perubahan kebijakan keuangan negara dan refocusing anggaran menjadi keharusan dalam menghadapi pandemi ini.

    Selain itu, Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI) Mardiasmo mengatakan pemerintah perlu melakukan identifikasi risiko dan mitigasi risiko pertanggungjawaban dalam rangka good governance. Dalam hal ini, akuntan harus mengambil peran sebagai advisor terpercaya bagi pemda dalam mengawal efektivitas anggaran.

    Mantan Wakil Menteri Keuangan RI itu menjelaskan terkait dengan refocusing keuangan pada masa covid-19 terdapat dua program yang harus menjadi fokus setiap pemerintah daerah. Pertama, program percepatan penanganan pandemi covid-19 harus diutamakan, sehingga shifting anggaran dari APBD bisa mempercepat pemulihan dan penanganan kesehatan masyarakat.

    Kedua, program pemulihan ekonomi, terutama ekonomi kerakyatan yang menyentuh langsung pada seluruh masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan pada krisis keuangan sebelumnya yang terkena dampak adalah industri keuangan, pengusaha, dan perusahaan besar. Namun krisis akibat covid-19 ini langsung menyerang kalangan UMKM.

    "Dan pekerja kelas bawah sampai menengah. Karena itu program pemulihan ini harus berjalan simultan dan fokus. Karenanya anggaran pemerintah perlu di-refocusing," ujar Mardiasmo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Juni 2020.

    Mardiasmo yang kini Ketua Komite Pengawas Perpajakan Kementerian Keuangan menambahkan dari sisi belanja, APBN sangat berperan membantu pemerintah daerah keluar dari kesulitan akibat pandemi. Harus diakui, porsi APBN untuk berbagai alokasi kini telah berkurang, karena pemerintah fokus pada dana-dana pemulihan yang langsung ditransfer ke masyarakat.

    Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga berkurang karena turunnya penerimaan pajak dan retribusi daerah. Namun, Mardiasmo menekankan, tetap ada benefit yang bisa diambil dari kondisi seperti ini. Covid-19 telah mengefektifkan dukungan teknologi dalam penyelesaian banyak sekali pekerjaan.

    Artinya anggaran belanja pendukung kinerja seperti konsumsi rapat, perjalanan dinas, dan pengeluaran sejenis, bisa diminimalkan. "Karena dulu, anggaran konsumsi rapat di kementerian lembaga seluruh Indonesia saja mencapai Rp18 triliun," papar Mardiasmo.

    Meskipun ini adalah kondisi sulit karena banyak sekali pembatasan, Mardiasmo melihat, kondisi ini adalah kesempatan emas bagi akuntan untuk dapat membantu pemda yang sedang limbung. Karena itu dibutuhkan inspektorat dan akuntan yang memiliki agilitas (kelincahan dan adaptabilitas) tinggi, yang dapat bertindak sebagai advisor terpercaya bagi entitas pemda.

    Pada kondisi ini, akuntan harus tampil di depan dan mengawal pemda dari awal hingga akhir dalam melakukan shifting dan refocusing anggaran. Menurutnya idealnya yang dilakukan adalah zero based budgeting, yakni menyusun anggaran dari awal sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

    Dengan demikian nonvalue-added activities dapat dihilangkan dan belanja yang tidak perlu dapat dipangkas, lalu dialokasikan kepada kebutuhan langsung masyarakat dan proses pemulihan usai pandemi covid-19. Ia menekankan akuntan harus bersama-sama dalam menyusun anggaran seperti ini.

    "Jangan sampai setelah semuanya normal, ini menjadi pertanyaan dari auditor dan lembaga penegak hukum," pungkasnya. 



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id