Proyek Abadi Masela Jadi Kesempatan Emas bagi Masyarakat Maluku

    Suci Sedya Utami - 04 Agustus 2020 17:40 WIB
    Proyek Abadi Masela Jadi Kesempatan Emas bagi Masyarakat Maluku
    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. Foto : SKK Migas.
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Inpex mendukung dan memfasilitasi keterlibatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dalam Proyek Abadi di Blok Masela. Dukungan tersebut ditujukan agar masyarakat Maluku dapat merasakan dampak positif dari proyek tersebut.

    Dukungan tersebut dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di Bidang Usaha dan Jasa antara Pemprov Maluku dan Petrotekno. Skema kerja sama ini juga pernah dilakukan pada proyek hulu migas sebelumnya di Tangguh. SKK Migas melakukan pembinaan dan pengawasan implementasi kerja sama antara BP Tangguh dengan Pemda setempat untuk meningkatkan kompetensi SDM dan penyerapan tenaga kerja lokal.

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan proyek Abadi merupakan kesempatan emas bagi masyarakat Maluku untuk terlibat baik sebagai tenaga kerja maupun pengusaha lokal yang menjadi mitra Inpex. Untuk itu penyiapan SDM Maluku yang memiliki kompetensi sesuai standar hulu migas harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah.

    "SKK Migas mendukung implementasi kerjasama antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan Petrotekno yang hari ini ditandatangani. Ini merupakan langkah maju dan implementasi dari upaya peningkatan kompetensi masyarakat Maluku agar siap untuk berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari proyek Abadi Masela," kata Dwi di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Proyek dengan investasi USD19,8 miliar memiliki tingkat kandungan lokal (TKDN) barang dan jasa sebesar 26 persen atau USD5,15 miliar, setara dengan sekitar Rp75 triliun. Pada masa konstruksi akan menyerap sekitar 30 ribu tenaga kerja (langsung dan tidak langsung) dan saat operasional akan menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja.

    Dwi menambahkan Proyek Abadi Masela adalah proyek laut dalam pertama kalinya di Indonesia. Dengan memperhatikan potensi hulu migas yang sebagian besar berada di kawasan timur Indonesia dan berada di laut dalam, maka penguasaan ilmu dan teknologi pembangunan kilang di laut dalam akan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk memonetisasi potensi hulu migas.

    "Bukan mimpi jika di masa mendatang, SDM Indonesia akan berkiprah di banyak proyek laut dalam di berbagai belahan dunia jika kita bersama dapat memanfaatkan momentum proyek Abadi Masela untuk meningkatkan daya saing SDM Indonesia," pungkas Dwi.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id