72,6% Pelaku UMKM Terdampak Pandemi

    Husen Miftahudin - 23 September 2020 16:54 WIB
    72,6% Pelaku UMKM Terdampak Pandemi
    Ilustrasi UMKM. Foto: MI/Andri Widianto
    Jakarta: Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo melaporkan sebanyak 72,6 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkena dampak perlambatan ekonomi imbas meluasnya penyebaran pandemi covid-19. Kondisi ini turut menyeret keberlangsungan dan keberlanjutan UMKM dalam tatanan perekonomian secara nasional.

    "Tercatat sebesar 72,6 persen perusahaan mikro, kecil, dan menengah terkena dampak pandemi covid-19. Dari sekian banyak permasalahan UMKM yang terjadi di Indonesia, beberapa permasalahan yang paling sering terjadi salah satunya adalah masalah pendanaan," ungkap Ventje dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu, 23 September 2020.

    Menurutnya, angka tersebut senada dengan hasil survei yang dilakukan perusahaan jasa konsultan internasional, Pricewaterhouse Coopers (PwC) yang menyebutkan bahwa sebanyak 74 persen pelaku UMKM di Indonesia belum mendapatkan akses pembiayaan. "Akibatnya, para pengusaha UMKM tersebut tidak bisa menaikkan jumlah produksinya untuk mengembangkan usaha mereka," jelas dia.

    Padahal UMKM merupakan denyut nadi perekonomian nasional yang paling penting mengingat cakupan usahanya melibatkan hingga ke masyarakat ekonomi supermikro. Lebih jauh, UMKM juga memiliki kontribusi sebesar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

    "Dan berkontribusi sebanyak 97 persen terhadap penciptaan lapangan pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan skala bisnis UMKM memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia," papar Ventje.

    Oleh sebab itu, Ventje meminta semua pihak turut membantu upaya pemerintah dalam memperkuat dan meningkatkan peran UMKM terhadap perekonomian nasional. Tak terkecuali bagi lembaga keuangan syariah yang bisa mendorong peningkatan peran UMKM industri halal.

    "Mengingat sebagian besar jumlah penduduk mayoritas beragama Islam, tentunya pengembangan UMKM industri halal menjadi sangat besar potensinya. Oleh karena itu sangat penting juga bagi kita untuk meningkatkan kontribusi usaha syariah dalam perekonomian Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai 'global hap' daripada industri halal," harapnya.

    Pengembangan UMKM industri halal ini bisa dilakukan melalui dukungan untuk menemukan solusi pembiayaan dan pendanaan syariah. Misalnya tentang target market dari masing-masing alternatif pembiayaan syariah, persyaratan, prosedur pengajuan, hingga pencairannya.

    "Selain itu juga metode penghitungan, pengembaliannya, metode pembinaannya selama periode pembiayaan tersebut. Ini perlu terus didampingi agar UMKM kita bisa naik kelas," pungkas Ventje. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id