Petani Bandung Apresiasi Bantuan Pembangunan Dam Parit Kementan

    Gervin Nathaniel Purba - 23 September 2020 12:34 WIB
    Petani Bandung Apresiasi Bantuan Pembangunan Dam Parit Kementan
    Produksi padi pun meningkat karena tanaman mendapatkan asupan air irigasi yang cukup dan melimpah (ilustrasi). (Foto: Antara/Oky Lukmansyah)
    Bandung: Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sinar Sawargi, Warsidi mengapresiasi program Kementerian Pertanian (Kementan) melalui bantuan dam parit. Bantuan tersebut memberikan solusi nyata bagi petani di Poktan Sinar Sawargi, Kabupaten Bandung dalam meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas, dan bertambahnya luas tanam.

    Pembangunan dam parit telah mengatasi kekurangan air di lahan pertanian Kabupaten Bandung yang selama ini menjadi masalah klasik yang dihadapi petani pada musim kemarau.

    "Para petani melalui ketua kelompok dan penyuluh pertanian menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian (Mentan) Sahrul Yasin Limpo, Dirjen Prasaran dan Sarana Pertanian Sarwo Edi, dan Direktur Irigasi Rahmanto yang sudah mengalokasikan bantuan pembangunan dam parit. Dulu untuk peroleh air irigasi cukup susah dan produksi padi tidak banyak. Tapi kini lahan terairi bertambah luas dan produksi naik," ujar Warsidi, di Soreang, Kabupaten Bandung, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 23 September 2020.

    Warsidi menjelaskan, dalam mempercepat pembangunan dam parit bantuan Kementan tersebut, para petani sangat antusias melakukan swadaya tenaga, sehingga dam parit dengan cepat selesai dibangun. Hasilnya, luas lahan yang terairi bertambah luas. Produksi padi pun meningkat karena tanaman mendapatkan asupan air irigasi yang cukup dan melimpah.

    "Sebelum adanya pembangunan dam parit, produktivitas padi hanya mencapai lima ton per hektare (ha). Tapi sekarang bisa mencapai enam ton. Luas lahan sebelumnya yang terairi hanya mencapai 30 ha. Sekarang bisa mengairi hingga 50 ha," ujarnya.

    Dirjen Sarwo Edhy mengatakan, program dan bantuan dam parit yang dijalankan Kementan bertujuan untuk meningkatkan luas areal tanam dan peningkatan angka produksi pertanian. Pasalnya, air irigasi merupakan faktor utama berhasil dan tidaknya usaha pertanian dan kunci meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas, dan perluasan areal tanam baru sehingga produksi pangan terus meningkat.

    "Dengan adanya dam parit air sungai dapat ditahan dan ditampung untuk selanjutnya dapat dialirkan ke lahan pertanian. Untuk itu yang menjadi skala prioritas alokasi kegiatan embung pertanian adalah pada lokasi yang rawan terdampak bencana kekeringan akibat anomali iklim," kata Sarwo.

    Sebelumnya, Mentan Syahrul menegaskan pembangunan dam parit untuk mengantisipasi kemungkinan adanya El-Nino atau musim kering. Pembangunan itu diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

    "Dengan dam parit, kebutuhan air untuk pertanian menjadi terpenuhi, terutama saat musim kemarau. Oleh karena itu, pembangunan dam parit harus dekat kawasan pertanian sebagai upaya konservasi air yang tepat guna," kata Syahrul.


    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id