Infrastruktur Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi

    Medcom - 08 Juni 2021 11:00 WIB
    Infrastruktur Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Ekonomi digital dinilai terbukti menjadi andalan pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi. Namun perlu dukungan prasarana infrastruktur yang mumpuni agar terjadi percepatan pemulihan ekonomi.
     
    Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan kebutuhan komunikasi secara daring meningkat pesat selama pandemi.
     
    “Saat sektor lain terpukul, industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tumbuh di atas dua digit. Sektor TIK menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi," kata Luky dalam diskusi bertajuk ‘Peluang Investasi Digital di Masa Pandemi’ di Jakarta.
     
    Selain itu, kata Luky, pandemi mendorong kegiatan perkuliahan beradaptasi dengan mekanisme virtual learning. Hal itu membuat keberadaan infrastruktur TIK sangat vital dalam menyediakan akses internet.
     
    "Tahun ini alokasi anggaran Pemerintah untuk sektor TIK meningkat hampir dua kali lipat, dari Rp12 triliun pada 2010, menjadi Rp26 triliun di 2021. Pembangunan infrastruktur TIK sangat besar, selain APBN, juga dibutuhkan keterlibatan investasi badan usaha melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” ujar Luky.
     
    Luky mengungkapkan, KPBU sektor TIK sudah teruji lewat proyek broadband Palapa Ring 1 sampai 3 dan Satelit Multi Fungsi Satria. “Ini bukti bahwa skema KPBU bisa berjalan di sektor TIK," jelasnya.
     
    Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Ekonomi, Wahyu Utomo menyebut transaksi perdagangan online tercatat sebesar Rp226 triliun dengan jumlah pengguna e-dagang mencapai 128 juta orang.
     
    "Itu ekonomi yang besar. Tentu harus didukung dengan pembangunan infrastruktur. Kita punya Peraturan Presiden Nomor 109/2020 tentang Proyek Strategis Nasional. Salah satu yang dikembangkan adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi," kata Wahyu.
     
    Manurutnya, KPBU merupakan upaya pemerintah untuk mendorong agar tidak hanya fokus ke APBN. Tapi juga mencoba menarik investor. “Membangun infrastruktur digital itu tidak sesulit membangun infrastruktur lain seperti jalan dan pelabuhan karena terkait dengan penyediaan tanah," ungkapnya.
     
    Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Wahid Sutopo mengatakan, pembangunan infrastruktur merupakan proyek jangka panjang sehingga memerlukan penjaminan.

    Penjaminan pemerintah untuk memberikan kepastian dan kepercayaan kepada investor bahwa pemerintah pasti menjalankan kewajibannya.
     
    “PT PII telah memberikan penjaminan pemerintah untuk infrastruktur digital. Proyek KPBU Palapa Ring 1-3 dan Satelit Multi Fungsi, serta infrastruktur pendukung seperti pembangkit listrik, pelabuhan dan jalan. Tujuannya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sehingga dapat membantu peluang investasi ekonomi digital,” kata Sutopo.
    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id