TPID Sumsel Antisipasi Lonjakan Permintaan Jelang Ramadan

    Antara - 05 April 2021 15:12 WIB
    TPID Sumsel Antisipasi Lonjakan Permintaan Jelang Ramadan
    Lonjakan Permintaan Kebutuhan Pokok. Medcom.



    Palembang: Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Sumatra Selatan mengantisipasi lonjakan permintaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Hari Widodo di Palembang, Senin, mengatakan, lonjakan permintaan diperkirakan tetap terjadi meski secara volume tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini karena masih berlangsungnya pandemi covid-19 dan adanya larangan mudik dari pemerintah.






    "Dalam rapat terakhir TPID, kami sudah saling berkoordinasi terutama dengan instansi pemerintah terkait bagaimana memastikan stok pangan ini tersedia," kata Hari yang dijumpai di acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital 2021, dikutip dari Antara, Senin, 5 April 2021.

    Ia mengatakan BI selaku Ketua TPID mengingatkan hal itu lantaran Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dipastikan akan berdampak pada kenaikan permintaan.

    Walau saat ini Sumsel sedang diliputi inflasi, BI berharap harga kebutuhan pokok tetap terjangkau di masyarakat.

    Berdasarkan laporan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumsel diketahui sudah dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan saat Ramadhan dan Lebaran tidak terjadi lonjakan harga.

    "Selain itu, pemerintah juga menyatakan siap untuk operasi pasar dan menggelar pasar murah jika memang dibutuhkan," kata dia.

    Provinsi Sumatra Selatan mengalami inflasi sebesar 0,15 persen pada Maret 2021 karena kenaikan harga bawang merah, daging ayam hingga sewa rumah.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan hampir semua kelompok komoditas di Kota Palembang mengalami inflasi. Sementara di Kota Lubuk Linggau tercatat mengalami deflasi.

    “Inflasi Sumsel pada Maret 2021 ini cukup tinggi lantaran adanya kenaikan harga rata-rata pada beberapa komoditas yang kami pantau,” kata dia.

    Endang mengatakan selain harga bawang merah yang sebesar 16,19 persen, kenaikan juga terjadi pada komoditas makanan lainnya, seperti daging ayam ras dan telur ayam ras. Inflasi Maret juga dipicu terjadinya kenaikan harga rata-rata untuk obat dengan resep dokter. Komoditas tersebut masuk dalam kelompok kesehatan.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id