Stok Langka, Batan Kembangkan Varietas Kedelai untuk Dorong Produksi Nasional

    Eko Nordiansyah - 13 Januari 2021 12:29 WIB
    Stok Langka, Batan Kembangkan Varietas Kedelai untuk Dorong Produksi Nasional
    Kedelai. Foto ; AFP.
    Jakarta: Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengembangkan sejumlah varietas kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, stok kedelai nasional sempat mengalami kelangkaan sehingga membuat harganya melonjak.

    Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan mengatakan pihaknya telah menghasilkan dua varietas kedelai unggul yang diberi nama Sugentan 1 dan Sugentan 2 melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR). Total, Batan telah mengembangkan 14 varietas benih kedelai unggul.

    "Batan punya beberapa varietas unggul, ini diharapkan bisa mendongkrak produktivitas rata-rata kedelai nasional karena potensi yang dimiliki varietas Batan lumayan," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021.

    Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan untuk kedelai nasional mencapai 2,8 juta ton. Sementara dengan luas panen kedelai sebesar 680 ribu hektare dan produktivitas 1,4 ton per hektarenya, produksi kedelai nasional hanya 980 ribu ton atau kurang dari 1 juta ton.

    Oleh karena itu, Anhar menilai kelangkaan kedelai menjadi hal serius yang perlu dicarikan solusinya. Terlebih kebutuhan kedelai nasional masih dipenuhi melalui impor, sehingga kenaikan harganya bisa mempengaruhi harga kedelai di dalam negeri.

    "Sebagai lembaga penelitian, Batan melihat hal ini sebagai momentum untuk kembali menguatkan program swasembada kedelai secara nasional. Permasalahan ketersediaan benih unggul, lahan, dan harga kedelai perlu dicarikan solusi oleh semua kementerian dan lembaga yang terkait," ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia berharap benih unggul kedelai Batan dapat dijadikan varietas yang dimanfaatkan secara nasional. Namun demikian, persoalan peningkatan produksi kedelai tidak hanya ditentukan oleh jenis varietasnya saja, tetapi juga ada faktor lain.

    "Terkait ketersediaan lahan dan harga kedelai di tingkat petani, bukan merupakan kewenangan Batan sehingga saya berharap ada kebijakan kementerian teknis terkait dan pemerintah daerah yang dapat membantu petani yang bersedia menanam kedelai agar produktivitas kedelai secara nasional benar-benar bisa meningkat," pungkas dia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id