Mentan Apresiasi Lampung sebagai Penyumbang Pangan Terbesar

    Gervin Nathaniel Purba - 08 Oktober 2020 14:23 WIB
    Mentan Apresiasi Lampung sebagai Penyumbang Pangan Terbesar
    Mentan Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri panen raya di Lampung. (Foto: Dok. Kementan)
    Lampung: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi ketangguhan Provinsi Lampung sebagai salah satu penyumbang terbesar pangan nasional. Pada 2019, Lampung menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi keenam di Indonesia. 

    "Selama pandemi, sektor pertanian tumbuh positif 16,24 persen. Bahkan kinerja ekspornya sangat menggembirakan, mencapai Rp258 triliun. Ini tanda pertanian bukan saja menjanjikan, namun juga menguntungkan," kata Syahrul saat lakukan Panen Raya, Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam, di Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Syahrul berharap Lampung dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi pangan, meskipun dihadapkan pada berbagai macam tantangan. Misalnya, maraknya alih fungsi lahan. 

    Dalam membantu meningkatkan produktivitas pangan, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menegaskan, Kementan terus berkomitmen menyalurkan bantuan untuk budidaya, penanganan pasca panen, dan fasilitas permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

    Lampung Tengah, dinilai memiliki andil yang cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi. Karenanya telah disalurkan bantuan benih, budidaya padi, dan alat mesin pertanian (alsintan) pasca panen.

    Serap KUR

    Suwandi juga meminta petani bisa menyerap kredit usaha rakyat (KUR) melalui gerakan kostraling sebagai pengamanan harga gabah. Dengan demikian, ketika musim panen tiba, petani tidak lagi menerima harga gabah yang rendah.

    "Kami sudah sediakan KUR untuk komoditas tanaman pangan. Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terutama bagi penggilingan padi bisa digunakan untuk menyerap gabah petani dengan harga yang layak,“ kata Suwandi.

    Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan, bahwa KUR sektor pertanian di Lampung mencapai Rp1,5 triliun atau 61,95 persen dari target. 

    "Serapan KUR Lampung ada di peringkat lima nasional. Setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Kampung-nya Pak Menteri (Sulawesi Selatan), dan Jawa Barat," ujar Arinal. 

    Arinal berharap, Provinsi Lampung sebagai salah satu lokomotif pembangunan pertanian nasional memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan perekonomian.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id