Tidak Ada Kenaikan Cukai SKT Bakal Melindungi Petani dan Pekerja

    Eko Nordiansyah - 30 November 2020 16:51 WIB
    Tidak Ada Kenaikan Cukai SKT Bakal Melindungi Petani dan Pekerja
    Ilustrasi industri rokok. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami



    Jakarta: Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) terus mendesak pemerintah agar tidak menaikkan cukai tembakau pada segmen sigaret kretek tangan (SKT) untuk melindungi tenaga kerjanya. AMTI berharap kenaikan cukai SKT adalah nol persen atau tidak naik sama sekali.

    "Tidak menaikkan tarif cukai SKT merupakan perlindungan langsung terhadap SKT yang di dalamnya terdapat pelinting dan petani tembakau. Dan kami berharap Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak menaikkan tarif cukai SKT," kata Ketua Umum AMTI Budidoyo dalam keterangan resminya, Senin, 30 November 2020.




    Serapan tenaga kerja di industri hasil tembakau khususnya sektor SKT sangat tinggi di Indonesia dan didominasi oleh pekerja perempuan dengan latar belakang ekonomi dan pendidikan yang rendah.

    Lebih lanjut, Budidoyo menilai kondisi industri saat ini juga sedang tidak baik-baik saja mengingat kenaikan cukai tahun ini ternyata berdampak buruk. Hal ini tentu saja mengancam pekerja maupun petani tembakau yang terkait dengan industri rokok.

    "Serapan tembakau/cengkih menurun drastis dan terjadi juga penurunan produksi dan penjualan rokok. Hal ini berdampak buruk pada kesejahteraan pelinting dan petani tembakau," ujarnya.

    Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pemerintah untuk menyelamatkan IHT di segmen rokok mesin dari kenaikan cukai yang terlampau tinggi. Menurutnya, kenaikan cukai di rokok mesin sebaiknya disesuaikan dengan inflasi atau satu digit.

    Menanggapi isu kenaikan cukai tembakau oleh pemerintah, anggota Komisi XI DPR RI M Sarmuji menyatakan bahwa kenaikan cukai jangan sampai menyebabkan ancaman serius pada industri rokok, pekerja, dan petani tembakau.

    "Jangan sampai telurnya diambil, bebeknya juga disembelih. Oleh karena itu kenaikan cukai harus mempertimbangkan kemampuan IHT untuk bertahan," ungkap dia.

    Sarmuji setuju bahwa sektor SKT harus mendapatkan kekhususan cukai mengingat SKT menyerap tenaga kerja sangat besar. Untuk itu, ia memastikan bahwa DPR RI akan memanggil Bea Cukai untuk meminta penjelasan tentang rencana kenaikan cukai tersebut.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id