comscore

Bangka Belitung dan Kalimantan Dibidik Jadi Lokasi Pembangkit Nuklir

Antara - 17 Januari 2022 20:31 WIB
Bangka Belitung dan Kalimantan Dibidik Jadi Lokasi Pembangkit Nuklir
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir - - Foto: dok AFP
Jakarta: Pemerintah membidik pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Bangka Belitung dan Kalimantan. Opsi penggunaan energi nuklir direncanakan mulai 2045 dengan kapasitas 35 gigawatt hingga 2060.

"Kajian dan studi lebih banyak leading sector di Batan. Kementerian ESDM juga terlibat khususnya Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan kajian-kajian termasuk yang ada di Bangka Belitung dan Kalimantan," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Dadan Kusdiana, Senin, 17 Januari 2022.
Dadan menjelaskan pihaknya masih terus menjalankan rencana pembangunan pembangkit listrik nuklir untuk kepentingan komersial dengan membentuk tim persiapan penyusunan kelembagaan dari pengembangan PLTN pertama di Indonesia tersebut.

Pada 2021, pemerintah telah melakukan pendataan terhadap beberapa vendor terutama PLTN skala kecil beserta dengan teknologinya dan ini sejalan dengan target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Saat ini, Menteri ESDM Arifin Tasrif sudah menerbitkan Keputusan Menteri berkaitan dengan rencana ini," ucap Dadan.

Adapun nilai investasi pembangunan PLTN bergantung dari kelas pembangkit, teknologi yang dipakai, dan kapasitas listrik yang dihasilkan. Ada pihak yang menyebutkan bahwa harga listrik nuklir cukup menarik berada pada angka 9-10 sen dolar AS per kWh. Bahkan ada pula yang mengatakan bisa mencapai 7 sen dolar AS per kWh.

"Dari sisi harga sebetulnya sudah mulai cukup menarik, tapi dari pemerintah sesuai dengan regulasi yang sekarang bahwa kebijakan ini adalah memastikan bahwa secara teknologi ini harus yang proven dan sudah ada contoh secara komersialnya," pungkas Dadan.

Dalam RPJMN 2020-2024, Indonesia mengembangkan energi nuklir yang diperuntukkan sebagai energi alternatif penyediaan listrik di masa depan. Langkah yang sudah tercantum dalam dokumen RPJMN tersebut, yaitu langkah penelitian, pengembangan, mendorong penguasaan teknologi, membangun kerja sama, melakukan analisis multi kriteria, dan menyusun peta jalan nuklir.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id