comscore

Menperin Perkuat Kerja Sama Otomotif RI-Jepang

Husen Miftahudin - 28 Juni 2022 13:13 WIB
Menperin Perkuat Kerja Sama Otomotif RI-Jepang
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Indonesia-Japan Autoparts Business Forum di Nagoya, Jepang. Foto: dok Biro Humas Kemenperin.
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memfasilitasi kerja sama antara pelaku industri otomotif Indonesia dan Jepang untuk bersama menciptakan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar global saat ini. Hal ini direalisasikan melalui penyelenggaraan Indonesia-Japan Autoparts Business Forum dalam rangkaian kunjungan kerja Menperin ke Jepang.

Forum bisnis tersebut diselenggarakan dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo. Beberapa stakeholder yang turut menghadiri forum ini di antaranya Gubernur Prefektur Aichi Mr. Hideaki Omura, Bank Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (Pikko), Perusahaan Pusat Manufaktur Indonesia (Imajin), dan MUFG Bank.
"Merupakan suatu kebanggaan untuk melihat begitu banyak perusahaan dari Indonesia dan Jepang yang mengikuti acara ini, menandakan ketertarikan yang besar untuk mengambil peluang yang ada. Tentunya diharapkan dapat membawa dampak yang luas bagi perekonomian," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di acara tersebut di Nagoya, Jepang, dikutip dari siaran pers, Selasa, 28 Juni 2022.

Agus menyampaikan, dari sekitar 30 ribu jenis komponen atau parts untuk mobil, sebesar 15 persen atau 4.500 jenis komponen berpeluang dipasok dari IKM. Namun, saat ini baru sekitar 900-an jenis komponen yang sudah dipasok IKM. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan persentasenya, salah satunya melalui forum bisnis atau business matching dengan harapan untuk lebih mengenalkan kemampuan IKM komponen otomotif.

Pemerintah bertekad mempromosikan IKM komponen otomotif dan menjadikannya prioritas strategis dalam rantai pasokan otomotif global. "Kualitas produk IKM di Indonesia, khususnya otomotif, tidak perlu diragukan. Produk-produk IKM telah memperoleh sertifikat seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 18001, dan lainnya," jelasnya.

Pada forum tersebut, Menperin mengemukakan industri alat angkutan mengalami kinerja gemilang pada kuartal I-2022 dengan mampu tumbuh dua digit, yakni 14,2 persen. Capaian ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen.

"Sebagai kontributor utama PDB industri alat angkutan, di Indonesia saat ini telah terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat, dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun," sebutnya.

Industri otomotif di Indonesia telah menyerap tenaga kerja langsung hingga 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai sektor tersebut, termasuk industri kecil dan menengah (IKM).
 
Baca Juga: Menperin Minta IKM Otomotif Bersiap Hadapi Tren Kendaraan Listrik

"Di samping itu, pangsa pasar ekspor produk otomotif untuk kendaraan roda empat atau lebih termasuk komponen telah mencapai lebih dari 80 negara dengan kinerja pada periode Januari-Mei 2022 tercatat sebanyak 158 ribu unit kendaraan CBU, 40 ribu set CKD, dan 50 juta pieces komponen," imbuhnya.

Indonesia ditargetkan menjadi pemain global di sektor otomotif dan sebagai hub ekspor kendaraan bermotor untuk kendaraan berbasis bahan bakar (internal combustion engine/ICE) dan kendaraan listrik (EV).

"Kami meyakini kolaborasi dan koordinasi seluruh stakeholders sangat penting, terutama dalam hal peningkatan efisiensi produksi dan daya saing produk melalui implementasi industri 4.0," harap Agus.

Selain itu, Pemerintah Indonesia bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui harmonisasi dan sinkronisasi regulasi di bidang otomotif, serta memastikan komitmen prinsipal untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi berorientasi ekspor terpenuhi.

"Pemerintah Indonesia siap untuk memasuki era zero emission sesuai dengan komitmen dalam COP21 Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030, serta pada COP26 Glasgow untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik," tutur Agus.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id