comscore

Energy Summit 2022 Dukung Kolaborasi Global Menuju Transisi Energi

Eko Nordiansyah - 21 Mei 2022 13:15 WIB
Energy Summit 2022 Dukung Kolaborasi Global Menuju Transisi Energi
Ilustrasi salah satu energi terbarukan yang bersumber dari tenaga surya - - Foto: MI/ Ramdani
Jakarta: Media Group Network akan menggelar Energy Summit 2022 yang mengangkat tema 'Kolaborasi Global Menuju Transisi Energi'. Tema ini diangkat karena masalah energi global yang kian kritis karena menipisnya cadangan energi fosil di tengah kenaikan konsumsi masyarakat.
 
Indonesia yang sebelumnya menjadi eksportir minyak bahkan kini menjadi net importir. Kedaruratan itu semakin terasa ketika energi dijadikan amunisi perang seperti dilakukan Rusia untuk membalas sanksi negara sekutu NATO pimpinan Amerika yang mengakibatkan harga migas meroket dan mengancam pemulihan ekonomi global.
 
Goldman Sachs bahkan menyebutkan krisis Rusia-Ukraina dapat melumpuhkan setidaknya tiga juta barel per hari ekspor minyak dan produk minyak Rusia melalui laut. Karena sejauh ini belum ada yang bisa mengimbangi pasokan minyak Rusia. Dunia yang baru mau pulih dari pandemi covid-19 seakan dipaksa untuk menggunakan lebih sedikit minyak.
 
Di sisi lain, alam juga menuntut pertobatan ekologis manusia jika ingin tetap hidup di planet bumi ini. Karena ekosistem global juga sedang dalam keadaan darurat akibat eksploitasi manusia yang berlebihan. Badan PBB untuk Lingkungan Hidup (UNEP) dalam laporannya pada Juni 2021 menyebutkan, manusia sudah memakai sumber daya alam hingga 1,6 kali dari yang bisa disediakan alam secara berkelanjutan.
 
Kondisi itu diperparah oleh emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan, termasuk dari sektor energi yang menyumbang 638.452 Gg CO2e (per 2019). Baik dari industri produsen energi (43,83 persen), transportasi (24,64 persen), industri manufaktur dan konstruksi (21,46 persen) maupun sektor lainnya (4,13 persen) yang menyebabkan rusaknya ekosistem global.
 
Setiap tahun dunia bahkan kehilangan manfaat ekosistem senilai lebih dari 10 persen ekonomi global sehingga membutuhkan biaya restorasi sekitar USD200 miliar per tahun pada 2030. Meski sangat mahal, namun setiap USD1 dana yang diinvestasikan untuk restorasi akan menghasilkan manfaat ekonomi hingga USD30.
 
Darurat ganda itu memaksa semua negara, mau tidak mau harus mengakhiri ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke energi baru terbarukan dan berkelanjutan. Kondisi darurat itu sudah disadari sejak lama hingga akhirnya mengikat komitmen dalam Paris Agreement pada 2015 yang kemudian diperbarui lagi dalam COP26 di Glasgow Inggris pada 2021.
 
Namun implementasinya masih jauh panggang dari api, sehingga Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun ini mengkonsolidasi lagi kolaborasi global untuk mempercepat transisi energi. Berbagai permasalahan ini nantinya akan dibahas secara detail dan lengkap oleh para stakeholder terkait dalam MGN Energy Summit 2022.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id