comscore

Pemerintah Setop Ekspor Bauksit dan Timah Tahun Ini

Despian Nurhidayat - 18 Mei 2022 13:34 WIB
Pemerintah Setop Ekspor Bauksit dan Timah Tahun Ini
Ilustrasi timah - - Foto: dok PT Timah
Jakarta: Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan ekspor bauksit dan timah akan dihentikan tahun ini. Kebijakan tersebut sebagai wujud transformasi ekonomi melalui hilirisasi berbasis sumber daya alam dan energi baru terbarukan.

"(Ekspor) nikel itu kan sudah kita setop, bauksit sebentar lagi akan kita setop. Di 2022 ini akan kita setop ekspor bauksit dan juga ekspor timah," ungkapnya dalam acara Road to G20: Investment Forum 2022, Rabu, 18 Mei 2022.

Menurut Bahlil, ekspor nikel Indonesia selama ini hanya menghasilkan USD2 miliar, sementara pada 2022 ini dikatakan ekspor hilirisasi nikel yakni stainless steel itu sudah mencapai USD20 miliar.

"Bahkan, defisit neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok tidak lebih dari USD2 miliar imbas dari pelarangan ekspor nikel. Saya optimistis pada 2022 ini akan terjadi surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok yang berkontribusi dari hilirisasi nikel," tegas Bahlil.

Bahlil menekankan bahwa nikel akan menjadi komoditas unggulan dunia untuk membangun baterai mobil. Saat ini dua perusahaan besar penghasil baterai mobil listrik dari Tiongkok yakni CATL dan LG dari Korea Selatan dikatakan sudah menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk membangun pabrik baterai mobil di Batang, Jawa Tengah.

Selain itu, perusahaan asal Jerman yakni VW dan BASF juga dikatakan akan berinvestasi ke Indonesia dalam waktu dekat, disusul beberapa perusahaan lain dari Amerika.


"Kita sedang poles bagaimana Elon Musk Tesla bisa masuk ke Indonesia. Selain itu, Foxconn juga akan masuk ke Indonesia dalam tiga hal yaitu mobil, ekosistem baterai dan chip untuk telekomunikasi itu akan dilakukan di Batang," tuturnya.

Dalam penandatanganan kerja sama dengan berbagai perusahaan di atas, Bahlil memastikan terkait dengan urusan tenaga kerja harus memakai tenaga kerja dari dalam negeri.

Untuk itu, Solo Techno Park akan menjadi tempat pembinaan bagi para tenaga kerja dari dalam negeri, di bantu dengan tenaga ahli di masing-masing perusahaan.

"Dengan begini, UMKM kita juga tentu akan berkembang. Ini kita ingin investasi masuk tapi berkolaborasi dengan pengusaha daerah dan UMKM agar tumbuh dan hidup bersama," pungkas Bahlil.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id