Indonesia Lebih Potensial untuk Investasi Dibanding Vietnam

    Antara - 24 September 2020 21:33 WIB
    Indonesia Lebih Potensial untuk Investasi Dibanding Vietnam
    Ilustrasi investasi asing - - Foto: Antara/ Widodo S Jusuf
    Jakarta: Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo menyatakan Indonesia lebih banyak memiliki potensi sebagai tempat berinvestasi dibandingkan dengan Vietnam.

    "Pertama, menurut saya adalah jika dibandingkan dari sisi jumlah penduduk. Ini (Indonesia) pasar yang besar dibandingkan Vietnam," katanya dikutip dari Antara, Kamis, 24 September 2020.

    Wahyu menuturkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 260 juta jiwa menjadi satu keuntungan tersendiri bagi investor karena merupakan pangsa pasar yang sangat besar.


    "Jadi menurut saya dengan pasar yang bagus dengan jumlah penduduk Indonesia saya rasa kita akan memiliki keuntungan lebih bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia," jelas dia.

    Tak hanya itu, lokasi Indonesia yang strategis dan berada di jalur perdagangan internasional maupun negara-negara seperti Australia, India, dan Eropa, juga menjadi sebuah potensi yang besar.

    "Kami dekat dengan Australia. Kami juga dekat dengan India dan ke Eropa dibandingkan dengan Vietnam. Jadi saya pikir ini didasarkan pada lokasi. Saya pikir investor akan lebih banyak mendapat keuntungan," tambah Wahyu.

    Di sisi lain, Wahyu tak memungkiri bahwa iklim investasi di Indonesia masih perlu diperbaiki demi menarik minat investor. Sebab birokrasi yang berbelit masih menjadi faktor penghambat terbesar masuknya penanaman modal.

    "Menurut saya ini selalu menjadi bidang yang ingin disederhanakan oleh Presiden Jokowi dalam birokrasi," ujarnya.

    Meski demikian, pemerintah berupaya menyederhanakan birokrasi melalui Omnibus Law adalah adanya OSS (online single submission). Termasuk mengatur ketenagakerjaan dan upah pekerja melalui Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

    "Ini cara kami untuk dapat mengurangi jumlah pertemuan antara sektor swasta dan pejabat pemerintah kami. Melalui OSS sebenarnya adalah jawaban dari birokrasi," pungkas dia.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id