Mendorong Penguatan Ekonomi Melalui Substitusi Impor

    Antara - 13 Agustus 2020 15:46 WIB
    Mendorong Penguatan Ekonomi Melalui Substitusi Impor
    Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro. Foto : MI/Ramdani.
    Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 dapat membantu penguatan ekonomi bangsa dengan berfokus pada substitusi impor dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan akses pasar.

    "Saya melihat ada dua karakter dari PRN yang bisa membantu pertumbuhan ekonomi, yaitu PRN yang jelas bisa mengurangi ketergantungan impor dalam waktu singkat, kemudian juga PRN yang terkait dengan upaya untuk pemberdayaan UMKM khususnya memberikan market access (akses pasar) kepada UMKM sekaligus sentuhan teknologi," kata Menristek Bambang dikutip dari Antara, Kamis, 13 Agustus 2020.

    Ekonomi Indonesia di triwulan II-2020 mengalami minus 5,32 persen. Dalam kondisi ini, maka inovasi didorong agar bisa tetap berkembang dan membantu ekonomi Indonesia tumbuh positif. Untuk penguatan ekonomi bangsa ke depan, maka diperlukan riset dan pengembangan yang dapat menggantikan barang-barang impor dan meningkatkan produktivitas UMKM.

    Menristek Bambang menuturkan sejumlah PRN yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor seperti terkait garam, bahan bakar minyak, kebutuhan pangan dan alat utama sistem persenjataan. PRN tersebut berupa katalis merah putih untuk mendukung pengembangan bahan bakar nabati dan garam industri terintegrasi.

    Kemudian, di bidang pertahanan dan keamanan, PRN yang akan mendukung substitusi impor yakni terkait Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) kombatan yang diberi nama Elang Hitam.

    Bambang mengatakan tentu PRN dengan dua karakter itu akan sangat membantu ekonomi Indonesia sekaligus menggerakkan produksi dalam negeri. Katalis Merah Putih merupakan teknologi untuk mengolah minyak sawit menjadi bensin, solar, maupun avtur untuk mengurangi impor bahan bakar minyak. Pasokan sawit dapat diperoleh dari perkebunan para petani sawit.

    Dengan demikian, selain bisa menggerakkan industri yang menghasilkan bahan bakar nabati, juga dapat meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan rakyat khususnya petani sawit.

    Begitu juga dengan PRN garam industri terintegrasi, selain mendukung upaya mengurangi ketergantungan impor, juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani garam karena dapat menghasilkan garam industri dengan harga 2-4 kali lipat lebih tinggi dari garam krosok yang murah.

    Terkait akses pasar untuk UMKM, Menristek Bambang menuturkan PRN terkait teknologi digital akan membantu digitalisasi UMKM. Selain itu, ada juga PRN untuk membantu UMKM meningkatkan produktivitas bisnisnya dengan teknologi sehingga dapat mengembangkan bisnis dan meningkatkan ekonomi.

    "Apapun teknologi dalam PRN yang langsung bisa dimanfaatkan UMKM termasuk tadi pengalengan makanan tradisional ini akan bisa membantu menggerakkan ekonomi di tingkat dasar," ujar Menristek Bambang. 


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id