Angka Kemiskinan Yogyakarta Diperkirakan Naik Akibat Pandemi Covid-19

    Antara - 28 Juni 2020 16:18 WIB
    Angka Kemiskinan Yogyakarta Diperkirakan Naik Akibat Pandemi Covid-19
    Ilustrasi Kemiskinan. Foto : Medcom.
    Yogyakarta: Selain berdampak pada sektor kesehatan, pandemi covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 diperkirakan berkontribusi pada peningkatan angka kemiskinan di Kota Yogyakarta pada 2020.

    "Kami harus melakukan review (peninjauan) ulang terhadap target kinerja di tahun ini akibat pandemi. Untuk kemiskinan diperkirakan naik hampir tujuh persen dibanding tahun lalu," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono dikutip dari Antara, Minggu, 28 Juni 2020.

    Ia menjelaskan bahwa Bappeda Kota Yogyakarta menyusun tiga skenario asumsi kondisi pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, yakni asumsi pesimis, moderat, dan optimis.

    "Dari ketiga asumsi itu, yang kemudian digunakan adalah asumsi pesimis. Artinya, kondisi terburuk yang mungkin terjadi di Yogyakarta hingga akhir tahun karena kami pun belum mengetahui sampai kapan pandemi ini akan terjadi. Dengan demikian, bisa disiapkan upaya maksimal untuk mengantisipasinya," katanya.

    Angka kemiskinan di Yogyakarta tahun 2020 berdasarkan asumsi pesimis ditetapkan 13,97 persen, berdasarkan asumsi moderat 12,4 persen, dan berdasarkan asumsi optimis 10,6 persen. Terakhir angka kemiskinan di Kota Yogyakarta mencapai lebih dari 10 persen sekitar 10 tahun lalu.

    "Yogyakarta sangat mengandalkan sektor jasa pariwisata. Padahal, banyak pekerja di sektor ini yang harus mengalami pemutusan hubungan kerja. Kondisi inilah yang menyebabkan angka kemiskinan mengalami kenaikan," kata Agus.

    Berdasarkan asumsi pesimistis, ia melanjutkan, angka pengangguran di Kota Yogyakarta pada 2020 mengalami kenaikan menjadi 10,46 persen dari 4,8 persen pada tahun sebelumnya.

    "Sekali lagi, itu adalah asumsi pesimis. Untuk asumsi moderat ditetapkan 8,78 persen dan optimistis 7,65 persen,” katanya.

    Kondisi tersebut, dia melanjutkan, akan mempengaruhi banyak aspek termasuk pertumbuhan ekonomi yang diasumsikan bisa minus 2,2 persen sesuai asumsi pesimis, 0,35 persen berdasar asumsi moderat, dan 2,07 persen berdasar asumsi optimistis.

    "Dimungkinkan indeks kesenjangan masyarakat pun mengalami kenaikan dari 0,418 pada tahun lalu menjadi 0,592 untuk kondisi pesimistis, moderat 0,538 dan optimistis 0,501," katanya.

    Meskipun demikian, Agus mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta akan melakukan upaya maksimal agar kondisi berdasarkan asumsi pesimistis tidak sampai terjadi.

    "Dalam dua tahun ke depan, kami akan berusaha memaksimalkan segala potensi supaya angka kemiskinan bisa dikurangi dengan cukup signifikan," katanya.

    Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan 2021 angka kemiskinan bisa menjadi 10,17 persen dan pada 2022 turun menjadi 7,1 persen sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Yogyakarta.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id