Sri Mulyani Suntik Rp3 Triliun untuk BPJS Kesehatan

    Eko Nordiansyah - 01 April 2020 15:43 WIB
    Sri Mulyani Suntik Rp3 Triliun untuk BPJS Kesehatan
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyuntikan dana sebesar Rp3 triliun untuk membantu likuiditas BPJS Kesehatan. Foto: Antara/Aditya Pradana
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyuntikan dana sebesar Rp3 triliun untuk membantu likuiditas BPJS Kesehatan. Suntikan dana ini juga sebagai akibat pembatalan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan oleh Mahkamah Agung (MA).

    "Tambahan subsidi BPJS, ini akibat dicabutnya pasal mengenai kenaikan tarif untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu, 1 April 2020.

    Adapun subsidi untuk PBPU kelas III sebelumnya adalah sebanyak 14 juta jiwa. Dengan ketentuan ini ada pergeseran ke PBPU kelas III sebanyak 16 juta jiwa sehingga total PBPU kelas III sebanyak 30 juta jiwa.

    "Dengan demikian BPJS diharap bisa membayar seluruh tagihan rumah sakit karena rumah sakit saat ini merupakan garda terdepan covid-19, mereka tidak sedang menghadapi situasi kondisi keuangan baik karena tagihan BPJS belum dibayarkan," jelas dia

    Anggaran untuk BPJS Kesehatan ini masuk di antara salah satu stimulus untuk sektor kesehatan yang diberikan oleh pemerintah dengan total anggaran sebesar Rp75 triliun. Selain suntikan bagi BPJS Kesehatan ada pula insentif tenaga medis serta belanja alat kesehatan.

    Untuk insentif tenaga medis pemerintah menyiapkan Rp5,9 triliun yang terdiri dari Rp1,3 triliun untuk tenaga medis pusat dan Rp4,6 triliun untuk tenaga medis di daerah. Ditambah lagi ada sekitar Rp300 miliar yang disiapkan untuk insentif kematian tenaga medis yang meninggal karena menangani covid-19.

    Sedangkan belanja penanganan kesehatan untuk covid-19 sebesar Rp65,8 triliun. Dana ini bisa digunakan untuk pembelian alat kesehatan, seperti alat perlindungan diri (APD), rapid test, serta reagen. Selain itu bisa juga untuk peningkatan sarana dan prasaran kesehatan, serta dukungan sumber daya manusia (SDM).

    "Kami mencadangkan Rp65 triliun lebih untuk alat kesehatan, termasuk upgrade rumah sakit agar mampu untuk menalangi dan menangani eskalasi dari covid-19. Termasuk bangun rumah sakit di Pulau Galang dan upgrade Wisma Atlet menjadi tempat penampungan karantina yang terpapar covid-19," pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id