Revisi UU Minerba, Perusahaan Tambang Wajib Divestasi Saham 51%

    Suci Sedya Utami - 13 Mei 2020 08:14 WIB
    Revisi UU Minerba, Perusahaan Tambang Wajib Divestasi Saham 51%
    Menteri ESDM Arifin Tasrif. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami
    Jakarta: Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu-bara (Minerba) kini sudah sah direvisi dan mengalami beberapa perubahan termasuk mengenai kewajiban divestasi.

    Mengutip beleid, Rabu, 13 Mei 2020, dalam pasal 121 diatur mengenai kewajiban badan usaha pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada tahap operasi produksi yang selama ini sahamnya dimiliki oleh asing untuk mendivestasikan saham secara langsung sebesar 51 persen secara berjenjang.

    Adapun divestasi itu ditujukan pada pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan atau badan usaha swasta nasional.

    Beleid tersebut berubah dari isi dalam UU sebelumnya yang mengatakan setelah lima tahun berproduksi, badan usaha pemegang IUP dan IUPK yang sahamnya dimiliki oleh asing wajib melakukan divestasi saham pada pemerintah pusat, pemda, BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta nasional. Di UU lama tidak diatur besaran saham yang harus didivestasikan.

    Di aturan terbaru pemerintah pusat melalui menteri dapat secara bersama dengan pemda provinsi-kabupaten-kota, BUMN, BUMD mengkoordinasikan penentuan skema divestasi dan komposisi besaran saham yang akan dibeli. Apabila divestasi saham secara langsung yang dikoordinasikan tidak terlaksana maka penawaran divestasi saham bisa dilakukan melalui bursa saham Indonesia.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan pemerintah juga akan mengatur tata cara pelaksana dan jangka waktu dalam aturan turunan. Ia menjamin dalam aturan pelaksanaan yang akan disusun mengenai kebijakan divestasi saham tersebut tidak akan menjadi hambatan bagi masuknya investasi di Indonesia.

    "Tentunya tetap akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia," pungkas Arifin.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id