Perlu Kolaborasi UMKM Agar Bertahan di Tengah Pandemi

    Eko Nordiansyah - 05 Juli 2020 14:19 WIB
    Perlu Kolaborasi UMKM Agar Bertahan di Tengah Pandemi
    UMKM. Foto : MI/Adam.
    Jakarta: Para pelaku usaha terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu penyesuaian strategi model bisnis dan manajemen keuangan agar mampu menghadapi pandemi covid-19 ini. Kolaborasi produk dengan sesama UMKM dinilai perlu dilakukan.

    Pengusaha nasional Sandiaga Uno menyampaikan pelaku UMKM pun perlu memodifikasi produk dengan melihat kebutuhan pelanggan pada masa pandemi saat ini. Hal itu bisa terjadi dengan kolaborasi.

    “Pada masa pandemi sekarang, pelaku usaha harus adjusting their business model canvas. Jadi, dilihat lagi BMC-nya dan disesuaikan dengan kondisi saat ini,” kata Sandi di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2020.

    Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini mengajak para pelaku UMKM berkolaborasi dengan pengusaha UMKM lain untuk perkuat ekonomi nasional. UMKM menjadi kekuatan untuk ekonomi dalam negeri.

    “Dan yang terpenting, kita harus melakukan kolaborasi dengan pelaku UMKM lain untuk memperkuat agar bisa mandiri di pasar negeri sendiri. Kemudian menyiapkan rencana pemulihan pasca bencana,” jelas Sandi.

    Salah satu pelaku UMKM, CEO & Founder Pinhome Dayu Dara Permata, mengakui usahanya terdampak wabah covid-19 dan sempat khawatir dengan kondisi ini. Namun, dirinya banyak belajar dari para pelaku usaha yang lebih senior. Dalam hal ini pentingnya kolaborasi.

    “Seorang entrepreneur itu harus siap gagal tapi juga harus tetap berharap yang terbaik dan mempunyai action plan. Selain itu, belajar dari pengusaha lain yang sudah lebih dulu sukses. Gimana sih cara mereka untuk mencapai kesuksesan itu? Kita tuh harus sering-sering berinteraksi dengan seseorang yang bisa menginspirasi dan bisa dijadikan mentor untuk sharing-sharing ilmu,” jelas Dayu.

    Di kesempatan yang sama, Financial Planner dari Finansialku, Shierly mengatakan, masa pandemi saat ini penting untuk tetap sehat secara finansial. Menurut Shierly, resolusi keuangan ini bisa dimulai dengan membuat daftar prioritas kebutuhan.

    “Kita harus melakukan financial detox. Bisa dimulai dengan menentukan tujuan keuangan kita secara spesifik, terukur dan realistis. Kemudian rutin melakukan pencatatan cash flow dan juga aset yang kita miliki,” katanya.

    Selain itu, pun masyarakat diminta mentransformasi pengelolaan uang. Caranya, dengan mencari teman yang memiliki kebiasaan perencanaan keuangan yang sehat serta tidak boros.

    “Terakhir, kita harus belajar untuk berinvestasi agar uang kita bisa berkali-kali jumlahnya,” ungkap Shierly.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id