SKK Migas Klaim Lampaui Target Produksi Nasional

    Suci Sedya Utami - 03 Juli 2020 22:11 WIB
    SKK Migas Klaim Lampaui Target Produksi Nasional
    Ilustrasi SKK Migas - - Foto: dok Setkab
    Jakarta: SKK Migas menyatakan mampu menjaga target produksi migas nasional di atas target dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sepanjang 2015-2019.

    "Dengan capaian produksi di atas RUEN, volume minyak yang perlu diimpor Indonesia dapat ditekan sehingga membantu mengurangi defisit anggaran pemerintah," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangan resmi, Jumat, 3 Juli 2020.

    Berdasarkan RUEN 2015, Indonesia memposisikan diri berada dalam masa transisi energi menuju era Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Hal ini tercermin dari persentase bauran energi, EBT yang semakin meningkat setiap tahunnya, sedangkan untuk porsi  dari migas semakin turun.

    Namun demikian, realita secara nominal kebutuhan energi migas semakin meningkat setiap tahun meskipun secara persentase penggunaan energi fosil diharapkan menurun. Berdasarkan data tersebut, tanpa adanya peningkatan produksi migas nasional maka gap antara produksi dan konsumsi akan semakin besar sehingga berdampak pada defisit anggaran yang semakin besar.

    Dwi mengatakan Indonesia masih memiliki potensi migas yang besar mengingat masih terdapat 128 cekungan. Dari jumlah tersebut 68 di antaranya belum dieksplorasi.


    "Kami bersama KKKS berupaya memaksimalkan potensi ini, untuk itu SKK Migas telah mencanangkan rencana jangka panjang produksi satu juta barel minyak per hari (bopd) pada 2030, visi ini diciptakan karena kami optimistis dengan potensi migas Indonesia," ujar dia.

    Demi mewujudkan visi satu juta bopd, SKK Migas menetapkan empat strategi yaitu mengedepankan strategi eksplorasi yang masif dan intensif.

    Strategi kedua mendorong dan mengkampanyekan penerapan enhanced oil recovery (EOR) di lapangan mature. Selain eksplorasi dan EOR, strategi lainnya dengan mengakselerasi monetisasi proyek-proyek utama, sehingga mempercepat potensi sumberdaya menjadi lifting.

    Strategi terakhir dalam menahan penurunan produksi alami serta mendorong peningkatan produksi adalah dengan menjaga keandalan fasilitas produksi, maksimalisasi kegiatan kerja ulang dan perawatan sumur, reaktivasi sumur tidak berproduksi, dan inovasi teknologi.


    "Kami berharap visi SKK Migas ini menjadi visi nasional yang dapat didukung oleh seluruh pihak sehingga mimpi produksi satu juta barel minyak di 2030 dapat kita capai," pungkasnya.

    Adapun produksi siap jual atau lifting migas per Mei 2020 sebesar 1,7 juta barel setara minyak per hari (boepd) dengan rincian lifting minyak sebesar 701 ribu bopd dan lifting gas sebesar 5,658 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Untuk realisasi investasi hulu migas mencapai USD3,93 miliar.  



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id