comscore

Program Desa Devisa LPEI Dukung Komoditas Berkualitas Masuk Pasar Ekspor

Eko Nordiansyah - 31 Desember 2021 16:04 WIB
Program Desa Devisa LPEI Dukung Komoditas Berkualitas Masuk Pasar Ekspor
Ilustrasi komoditas rumput laut. Foto: Medcom.id
Jakarta: Pandemi covid-19 yang berdampak pada perlambatan laju ekonomi dunia tidak menyurutkan langkah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank untuk berperan aktif dalam peningkatan ekspor nasional. Salah satunya melalui program pemberdayaan sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat.

LPEI memiliki program desa devisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing komoditas yang dihasilkan suatu wilayah. Program yang memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor ini baru meluncurkan Desa Devisa ke-27 di Desa Kupang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
"Kami meyakini komoditas rumput laut dari Desa Kupang memilliki potensi yang besar dan berharap melalui Desa Devisa ini dapat meningkatkan kapasitas petani, sehingga komoditi ini dapat memenuhi kualitas dan kuantitas yang sesuai standar dan kebutuhan ekspor. Di samping itu, kami tentu ingin keberhasilan program ini akan dapat dinikmati oleh petani dan masyarakat sekitar," kata Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Desember 2021.

Ia menambahkan, program yang dimulai sejak 2019 berbasis pemberdayaan masyarakat ini akan mendorong kemandirian petani melalui rangkaian pelatihan, pendampingan serta pemanfaatan jasa konsultasi, sehingga mampu merambah pasar ekspor dengan produk berkualitas yang berdaya saing tinggi.

Pada 2019, LPEI memulai Desa Devisa Kakao di Jembrana Bali dengan komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentasi yang diekspor ke Jepang dan Belgia. Selanjutnya, ada Desa Devisa Kerajinan di Bantul Yogyakarta dengan produk kerajinannya yang unik dan ramah lingkungan sehingga mampu melakukan ekspor ke negara-negara Eropa.

Hingga Desember 2021, LPEI telah meluncurkan program Desa Devisa di Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali, yaitu Desa Devisa Kopi Subang, Desa Devisa Agrowisata Ijen Banyuwangi, Desa Devisa Tenun Gresik, Desa Devisa Garam Kusamba Klungkung, dan Desa Devisa Rumput Laut Sidoarjo.

Total penerima manfaat dari program ini telah mencapai 2.953 orang petani/penenun/pengrajin dan kedepannya akan terus bertambah. Kesuksesan program Desa Devisa tersebut telah mampu meningkatkan kehidupan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi lebih dari 10 ribu anggota masyarakat setempat yang terkait dengan pengembangan komoditas dan program Desa Devisa.

"Kami mengapresiasi atas program Desa Devisa LPEI. Adanya dukungan, bimbingan dan pembinaan dari LPEI, usaha rumput laut di Desa Kupang, Kabupaten Sidoarjo ini mudah-mudahan bisa semakin berkembang," ujar Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id