comscore

Kenaikan Elpiji Nonsubsidi Dianggap Wajar karena Kenaikan Harga Migas Dunia

Eko Nordiansyah - 28 Desember 2021 18:13 WIB
Kenaikan Elpiji Nonsubsidi Dianggap Wajar karena Kenaikan Harga Migas Dunia
Ilustrasi. Foto: dok. Pertamina.
Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui subholdingnya PT Pertamina Patra Niaga secara resmi telah memutuskan kebijakan menaikkan harga jual elpiji nonsubsidi yaitu untuk produk 12 kg dan Bright Gas ukuran 5,5 kg. Imbas kenaikan harga jual elpiji ini membuat masyarakat ramai diprediksi beralih ke gas elpiji 3 kg.

Ekonom Defiyan Cori menilai, kenaikan harga jual elpiji tersebut tidak hanya didasarkan oleh terjadinya kenaikan harga keekonomian minyak dan gas dunia, namun juga telah lama perusahaan tidak menggunakan diskresinya (kewenangan) melakukan perubahan harga terkait faktor permintaan dan penawaran sesuai hukum ekonomi.
"Terhadap kebijakan perubahan harga elpiji nonsubsidi tersebut, maka publik harus memahaminya sebagai salah satu upaya krusial bagi perusahaan dalam menanggapi (respons) atas perkembangan kenaikan harga minyak mentah dan gas bumi (migas) yang terjadi dalam sektor industri energi," kata dia dalam keterangan resminya, Selasa, 28 Desember 2021.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat mendukung langkah Pertamina melalui subholdingnya yang telah menaikkan harga gas elpiji nonsubsidi sebagai bagian dari tanggapan atas kenaikan harga secara global dan sebagai langkah dalam menyelamatkan eksistensi BUMN dalam menjalankan pelayanan publik secara efektif, efisien dan berkelanjutan.

"Meskipun agak terlambat waktunya, sebab sebagian besar produsen atau perusahaan minyak dan gas dunia telah melakukan penyesuaian atas harga gas elpiji retail yang dijual kepada konsumen untuk menyiasati fluktuasi harga minyak mentah dan gas dimaksud untuk tetap menjaga operasi dan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Defiyan mencontohkan, India telah menaikkan harga gas elpiji mengacu pada perjanjian Contract Prime Aramco (CPA) dan pemerintahannya terkait kenaikan harga propana dan butana yang berpengaruh pada melonjaknya anggaran subsidi sejak awal 2020 sehingga dihentikannya subsidi elpiji oleh pemerintah India pada Juli 2020.

Kenaikan harga CPA dari Saudi Aramco saat itu memang signifikan dalam memengaruhi anggaran negaranya, yaitu dari USD565 menjadi USD800 per metrik ton dengan selisih USD235 per metrik ton atau naik 41,5 persen, dan butana dari harga USD590 menjadi USD795 per metrik ton dengan selisih USD205 per metrik ton atau sebesar 25,8 persen.

"Dengan begitu, secara logis perubahan harga jual elpiji nonsubsidi yang dilakukan oleh BUMN Pertamina untuk jenis 12 kg dan 5 kg yang berkisar antara Rp1.600-Rp2.600 per kg adalah masih dalam batas wajar, masih lebih rendah dibandingkan dengan harga di negara lain, dan tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah," jelas dia.

Sementara terkait imbas dari perubahan kebijakan harga jual elpiji nonsubsidi yang berpeluang adanya migrasi konsumsi konsumen ke elpiji subsidi 3 kg yang tak ada penyesuaian harga, maka pemerintah harus memastikan alokasi dan skema subsidi elpiji 3 kg dipenuhi secara tepat sasaran, sebab konsumsinya secara nasional mencapai 92,5 persen.

"Oleh karena itulah, kenaikan harga elpiji nonsubsidi ini harus dipandang sebagai upaya menyelamatkan kinerja BUMN Pertamina di tengah tekanan kenaikan harga minyak mentah dan gas bumi dunia, di satu sisi. Sementara itu sisi lain, adalah ruang yang wajar bagi perusahaan menggunakan diskresinya untuk menjaga proses bisnis (business process) dalam menanggapi berbagai perubahan harga dan isu non harga dalam sektor industri migas dunia yang sangat kompetitif," pungkasnya.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id