comscore

Unilever Perkuat Kesetaraan Gender dan Akses Disabilitas

Ade Hapsari Lestarini - 02 Juni 2022 08:20 WIB
Unilever Perkuat Kesetaraan Gender dan Akses Disabilitas
Ilustrasi. Foto: AFP/Koen Syuk.
Jakarta: Dunia usaha saat ini memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan dengan menghidupkan pendekatan inklusi pada perusahaan serta komunitasnya. Komitmen untuk menjaga keberagaman dan nilai inklusif, secara konsisten senantiasa diperkuat PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Merayakan lahirnya Pancasila pada 1 Juni, Unilever Indonesia berbagi serangkaian kemajuan di bawah naungan Equity, Diversity, and Inclusion Board (ED & I Board), sebagai realisasi komitmen jangka panjang Unilever Indonesia untuk memainkan peran nyata dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang setara, beragam, dan inklusif.
Chair ED & I Board Unilever Indonesia Hernie Raharja menjelaskan Pancasila merupakan pengejawantahan dari tekad Indonesia untuk menjadi bangsa yang satu di atas segala perbedaan. Sejalan dengan tema peringatan Hari Lahir Pancasila 2022 yaitu 'Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia', Unilever Indonesia percaya semangat untuk memajukan kesetaraan, keberagaman dan inklusivitas menjadi salah satu modal utama dalam membangun Indonesia yang bersatu, berkeadilan sosial, dan beradab.

"Untuk mendukung hal tersebut, Unilever Indonesia terus memainkan peran dengan mempertajam upaya untuk merealisasikan tiga pilar utama komitmen ED&I kami, yaitu kesetaraan gender, kesetaraan untuk penyandang disabilitas, dan penghapusan diskriminasi dan stigma. Komitmen ini kami wujudkan baik melalui inisiatif korporat ataupun melalui program dan kampanye yang dilakukan oleh brand-brand kami," jelas Hernie, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Juni 2022.

Komitmen dalam hal kesetaraan, dibuktikan dengan capaian per akhir 2021, Unilever Indonesia melalui berbagai program telah melampaui rata-rata proporsi perempuan dalam posisi manajemen di lingkungan korporasi nasional. Di bidang pendidikan, Unilever mendorong 180 perempuan di bidang Science, Technology, Engineering Mathematic (STEM) untuk mengembangkan karier dan memberikan beasiswa kepada 270 perempuan muda untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.

Di samping itu, perusahaan juga mendukung 87 ribu pengusaha kecil perempuan untuk berdaya dengan memanfaatkan teknologi, memberikan pelatihan tentang Positive Body Image pada lebih dari 6.500 guru yang menjangkau 300 ribu remaja, serta memberdayakan 13 ribu perempuan untuk menggali potensi diri melalui platform penelusuran minat dan bakat.

Hernie menyampaikan, salah satu tujuan dari strategi global Unilever Compass adalah menciptakan dunia yang lebih toleran dan inklusif, berbagai upaya yang dijalankan ED &I board yang dipimpinnya ini merupakan perwujudan komitmen tersebut di Indonesia. Ke depan, Unilever Indonesia akan terus melahirkan berbagai inisiatif baru sembari menjalin kerja sama lebih kuat dengan berbagai pihak yang memiliki misi sejalan untuk terus menghidupkan semangat persatuan dan kesatuan di segala lini kehidupan.

Unilever Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat kepemimpinan perempuan. Komitmen tersebut, dibuktikan dengan terus mendorong kepemimpinan perempuan di jajaran komisaris, direksi, maupun manajerialnya. Saat ini, 33 persen dari dewan komisaris dan 56 persen dari dewan direksi perusahaan dijabat oleh perempuan, termasuk posisi presiden direktur.

"Selain itu, 44 persen dari posisi manajer menengah dan senior juga diduduki oleh perempuan," ucap Hernie.

Tidak hanya di dalam perusahaan, Unilever Indonesia juga terus mendorong peran perempuan dan kesetaraan gender di dunia bisnis. Hal itu dibuktikan dengan terpilihnya Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menjadi Chairman B20 Indonesia Women in Business Council (WiBAC) pada periode Presidensi Indonesia pada forum G20.

Posisi ini memungkinkan Unilever Indonesia untuk turut merumuskan solusi yang mampu menjawab tantangan serta peluang bagi perempuan untuk lebih berkiprah di bidang ekonomi dan bisnis, baik di level nasional maupun internasional. Hal lain, perusahaan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan muda untuk mengikuti Unilever Future Leaders Program (UFLP), program tiga tahun yang dirancang untuk mempersiapkan pemimpin masa depan Unilever melalui berbagai proyek dan peran.

Perusahaan pun secara berkelanjutan menciptakan lingkungan kerja yang menjunjung tinggi keberagaman, inklusi, dan kesempatan yang setara, termasuk bagi karyawan penyandang disabilitas. Melalui pendekatan yang sama, Unilever Indonesia sangat mempercayai potensi penyandang disabilitas untuk dapat berkiprah secara kompetitif di pasar kerja nasional, sekaligus mendukung penurunan stigmatisasi pada penyandang disabilitas. Misalnya, melalui program UNILEAD terpilih lima penyandang disabilitas untuk mendapatkan beasiswa dan program pengembangan kapasitas kepemimpinan yang diharapkan memperbesar peluang mereka untuk bekerja di Unilever Indonesia ataupun perusahaan terkemuka lainnya.

Komitmen lain, perusahaan juga menciptakan lingkungan kerja zero discrimination dengan memegang teguh kode etik Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT) untuk memastikan semua karyawan bekerja di lingkungan yang mempromosikan keberagaman, rasa saling percaya, menghormati hak asasi manusia, dan memberikan kesempatan yang setara, tanpa diskriminasi.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id